Politikus PDIP Dwi Ria Latifa Berpotensi Langgar PM BUMN No.2 Tahun 2015

0
Tumbangnya Jagoan-Jagoan PDIP di 11 Provinsi dalam Pilkada 2018
PDI Perjuangan

Politik Today – Enam komisaris baru saja di kukuhkan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI). Diantara komisaris tersebut terdapat nama politikus pengusung Jokowi-Ma’ruf Amin. Dari poltitikus Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP) Dwi Ria Latifa anggota DPR RI 2014-2019 dan calon legisatif DPR 2019-2024 dan Bendara Umum Partai Hanura 2019-2024 Zulhanar Usman.

Sementara itu, pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto menilai pengangkatan Zulhanar sebagai komisaris independen BRI menyalahi aturan.

Ia bilang hal itu dilarang dalam Peraturan Menteri BUMN No. 2 Tahun 2015.

Dalam Bab II huruf C tentang persyaratan lain disebutkan Anggota Dewan Komisaris, “Bukan pengurus Partai Politik dan/atau calon anggota legislatif dan/atau anggota legislatif.”

Jika merujuk pada ketentuan ini, posisi Dwi Ria Latifa juga berpotensi melanggar aturan.

“Saya tidak bilang dua orang itu tidak kompeten. Mereka harus lulus ujian kompetensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kalau masih menjabat struktural secara aktif di parpol, maka otomatis aturan ini dilanggar,” ucap Toto saat dihubungi awak media 20 Februari 2020.

Toto bilang penunjukan pengurus parpol ini menjadi ujian bagi klaim penegakan good corporate governance (GCG) yang dicanangkan Menteri BUMN Erick Thohir.

Pasalnya, penunjukan di BUMN perbankan tidak bisa sembarang apalagi industrinya masuk kategori heavy regulated.

Ia juga menyatakan pada posisi itu benturan kepentingan pasti akant terjadi.

Toto khawatir mereka tidak mampu membedakan dwifungsi sebagai petugas partai sekaligus sebagai pengawas BUMN.

“Apakah mereka akan mampu bertindak independen kalau ada permintaan tolong dari link partainya?” kata Toto mempertanyakan.

(YR)

Baca juga  Tangkap dan Penjarakan Hasto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here