620 Buruh Ice Cream Aice di PHK Karena Dianggap Mogok ‘Ilegal’

0
Mogok Buruh Aice

PolitikToday – PT Alpen Food Industry (AFI) yang merupakan produsen es krim merek Aice melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 620 karyawan. Dikabarkan, PHK tersebut lantaran pihak perusahaan menilai para buruh melakukan mogok kerja secara tidak sah pada 21-28 Februari lalu.

“Mereka menganggap (mogok) kami tidak sah karena tidak ada risalah perundingan yang menyatakan deadlock (jalan buntu). Tetapi, menurut kami selama ini perusahan keliru menginterprestasikan frasa ‘mengalami jalan buntu,” kata juru bicara Serikat Buruh Demokratik Kerakyatan (F-SEDAR), Sarinah, Kamis (6/3).

Sarinah menjelaskan pihak buruh dan manajemen AICE telah mengadakan perundingan enam kali, salah satunya difasilitasi oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Lima perundingan tersebut tidak pernah menemui kesepakatan, tetapi berhasil menghasilkan lima risalah perundingan.

Sayangnya, tak ada satu risalah pun yang berisikan frasa ‘mengalami jalan buntu’ sebagaimana disyaratkan dalam aturan. Ia bilang yang tercantum hanyalah pernyataan ‘tidak ada kesepakatan’.

Fakta tidak tertulis frasa ‘mengalami jalan buntu’ disebut Sarinah sebagai alasan perusahaan yang berbasis di Singapura itu mengklaim mogok buruh tidak sah. Namun, Sarinah mengatakan justru perusahaan sendiri yang bersikeras tidak mau menulis frasa ‘mengalami jalan buntu’.

“Itu sudah biasa, pengusaha pada umumnya tidak mau menulis buntu. Mereka selalu bersedia berunding, bahkan bisa sampai puluhan kali tapi tidak mau bikin risalah ada kata ‘buntu’ atau ‘deadlock‘,” jelasnya.

Menurutnya, tafsir ‘mengalami jalan buntu’ dalam aturan tersebut tak mengartikan wajib tertera tulisan ‘mengalami jalan buntu’ dalam risalah perundingan. Namun, lebih kepada kondisi tak terjadi kesepakatan antara pekerja dan perusahaan.

“Menurut kami tafsiran ‘mengalami jalan buntu’ ini bukan tafsiran harus ditulis mengalami jalan buntu, tetapi kondisinya,” katanya.

Baca juga  Demo Buruh Tolak Omnibus Law dan Ungkap Kebohongan Kenaikan Iuran BPJS Kelas III

Ia menyatakan serikat pekerja akan menempuh upaya non litigasi (di luar pengadilan) guna menuntut hak mereka. Bersama buruh lainnya, ia mengaku akan terus menyerukan kampanye boikot AICE. Mereka juga telah meminta bantuan dari serikat buruh dari negara tetangga, Filipina.

“Kami tidak mau pesangon, kami maunya bekerja kembali dengan kondisi kerja yang sesuai dengan undang -undang,” imbuh dia.

Untuk diketahui, selisih hubungan industrial antara perusahaan dan buruh sudah berlangsung sejak 2017. Perselisihan keduanya bahkan sempat menjadi buah bibir di media sosial.

Buruh mempersoalkan berbagai kondisi kerja yang dirasa tak ideal dengan ketentuan undang-undang yang berlaku. Mulai dari penurunan upah, pekerja kesulitan mengambil cuti, perempuan hamil bekerja hingga malam hari, bonus dibayarkan dengan cek kosong, pelanggaran hak buruh kontrak, dan lainnya.

(bs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here