Ahok Masuk Bursa Pemimpin Ibukota Baru, Ada Kepentingan Konglomerat?

0
ahok

PolitikToday – Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (Irres), Marwan Batubara, menilai Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak punya kemampuan untuk menjadi Kepala Otoritas Ibu Kota Negara (IKN).

Menurutnya, masuknya nama Ahok dalam bursa nominasi pemimpin ibu kota baru lebih disebabkan adanya kepentingan orang-orang di belakang Istana. Kepentingan inilah yang melatarbelakangi mengapa Ahok tetap diistimewakan.

“Dia tidak kredibel dan tidak memiliki kemampuan, tapi karena kepentingan apakah konglomerat atau ideologi dan China sebagai negara, makanya dia selalu dipertahankan, dikasih jabatan,” tegas Marwan, Jumat (6/3/2020).

Di sisi lain, lanjut Marwan, Jokowi juga terkesan tersandera karena telah banyak dibantu oleh konglomerat yang berafiliasi dengan Ahok.

Marwan juga menolak alasan Ahok sebagai sosok yang bersih, sehingga tepat menjadi komut Pertamina dan kini dicalonkan sebagai kepala IKN. Menurut catatan Marwan, Ahok yang kini menjadi politikus PDIP itu banyak melanggar hukum.

“Dia dikampanyekan bersih dan kredibel, padahal dia korupsi. Dugaan saya, dia lolos karena rezim dan penegak hukum melindunginya,” ungkapnya.

Ahok diketahui pernah dipidana kasus penistaan agama, dia dipenjara kurang dari 2 tahun. Selain dipidana kasus penistaan agama, mantan suami Veronica Tan itu juga berpeluang dijerat dalam berbagai dugaan korupsi.

Seperti, kasus RS Sumber Waras, kasus lahan taman BMW, kasus lahan Cengkareng Barat, kasus dana CSR, kasus korupsi di Belitung Timur, kasus Reklamasi, kasus dana nonbudgeter, dan kasus penggusuran brutal.

“Jadi dia sangat tidak qualified,” tutup Marwan Batubara, penulis buku “Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok: Menuntut Keadilan untuk Rakyat”.

Sebelumnya diketahui Ahok berada di urutan kedua calon kepala IKN yang disampaikan Presiden Joko Widodo. Tiga lagi, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro, CEO PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Tumiyono, dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Baca juga  Aih! Demi Ahok, Kita Harus Revolusi?

(rt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here