Bawang Putih Langka, Ekonom Sebut Konsumen Rugi Rp 240 M Akibat Pemerintah ‘Telat’ Memastikan Ketersedian Stok

0
bawang putih

PolitikToday – Akibat kelangkaan bawang putih, ekonom Indef Bhima Yudhistira menaksir konsumen merugi hingga Rp 247 miliar pada Februari 2020. Bhima sangat menyayangkan keterlambatan pemerintah dalam memastikan ketersediaan stok dan stabilisasi harga berbagai komoditas yang berujung pada kerugian yang diderita konsumen.

“Kerugian konsumen akibat kelangkaan bawang putih pada Januari-Februari mencapai Rp 200 miliar lebih, jadi kenapa aparat terlambat sekali menangani?” paparnya pada diskusi publik di Universitas Paramadina, Kamis (5/3).

Ia menduga kekosongan stok di pasar terjadi karena keterlambatan pemerintah menangkap oknum penimbun yang bertujuan merusak harga di pasar. Sebab, dia menilai kelangkaan bawang putih telah terjadi sejak Januari, sebelum penyebaran wabah virus corona.

Hal yang sama juga terjadi pada gula kristal putih. Meski izin terbit impor telah diteken Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, namun komoditas yang sudah terlanjur susah dicari tersebut berujung pada mahalnya harga gula kristal putih di pasar.

Dalam kesempatan yang sama, Bhima menilai pemerintah juga bertanggung jawab dalam mengamankan pasar dari fenomena panic buying atau pembelian panik. Menurutnya, langkanya stok alat kesehatan seperti masker kesehatan dan hand sanitizer adalah respon masyarakat akan komunikasi tak efektif ala pemerintah.

“Komunikasi pemerintah ini agak tidak jelas, hari sebelumnya Menko Polhukam bilang tidak ada virus corona lalu besoknya (Presiden) mengumumkan ada 2 WNI positif jadi pasar meresponnya tidak wajar, irasional,” katanya.

(bs)

Baca juga  Gerindra Respon Sikap Jokowi Soal Impor: Pak Jokowi Inkonsisten dalam Berucap

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here