Cerita Masyarakat yang Mencoba Taati Social Distancing Pemerintah Tapi Harus Bertahan Hidup

0
pedagang

PolitikToday – Wabah virus corona (Covid-19) tidak hanya berpengaruh kepada kesehatan saja, tapi kini mulai menjangkiti perekonomian masyarakat. Sebagian masyarakat bingung untuk mencari penghasilan untuk bertahan hidup disaat social distancing atau pembatasan sosial yang digalakkan pemerintah.

Ade Wihartoyo, 38, adalah penyedia jasa penyanyi dangdut yang usahanya terkena dampak dari pembatasn sosial virus yang telah menjadi pandemi global itu. Akibat wabah virus corona, puluhan acara di mana jasanya digunakan terpaksa harus dibatalkan lantaran izin keramaian tidak dikeluarkan.

“(Berpengaruh) banget. Sudah 10 hari job (tidak ada), dari yang job cancel enggak ada job lagi,” kata Ade, Senin (30/3).

Ade yang juga merupakan seorang produser musik juga mengatakan bersama rumah produksinya, Flow Music, sebagai sektor industri kreatif itu sumber pendapatannya lumpuh akibat virus corona.

“Jadi, enggak hanya itu (penyedia jasa penyanyi) sih. Gua sebenarnya produser. Mungkin credit title jarang dibaca orang. Ada beberapa talent sih, enggak hanya dangdut. Dari dulu sampai sekarang memang pekerjaannya di dapurnya; studio rekaman,” ucap Ade.

“Kalau gua kan lebih ke harian, ya, kalau dibilang gua itu kerja untuk mengolah, ya. Ya, sampai 10 hari ini gua enggak ada job,” lanjutnya.

Cerita lainnya disampaikan Satrio Noor Hutomo, 27, yang masih memikirkan cara mencari uang andaikan pemerintah benar-benar mengambil kebijakan untuk melakukan karantina wilayah guna menekan penyebaran virus corona.

“Kalau misalkan dikarantina kita harus mengocek uang pribadi, tabungan harus dipertaruhin; keluarin. Tapi, kan, itu Cuma paling bisa bertahan beberapa minggu saja. Setelah itu, saya bingung gimana cari penghasilannya,” kata Satrio.

Satrio pun berharap pemerintah agar memenuhi hak rakyat jika karantina dilakukan. Ada pun sejumlah hak itu meliputi hak untuk mendapatkan makanan, pelayanan kesehatan dasar sesuai kebutuhan medis, kebutuhan pangan, dan kebutuhan kehidupan sehari-hari lainnya selama karantina.

Baca juga  Meski Ada Perppu Corona, KPK Tegaskan Bisa Jerat Pejabat

“Kalau bisa, ada bantuan pemerintah buat kita,” ucapnya.

Sementara itu, Ahmad Lukman (28) warga Tegal juga menceritakan kondisi di daerahnya setelah pemberlakuan karantina wilayah.

“Tegal kan, 31 Maret, eh 20 Maret juga sudah karantina wilayah. Pokoknya beberapa akses jalan sudah ditutup. Ada yang pakai beton, ada yang pakai (penghadang) biasa,” katanya.

Teruntuk kondisi saat ini, dan jika nantinya karantina wilayah dilakukan, ia berharap pemerintah dapat memberikan bantuan berupa sembako dan kebijakan penangguhan angsuran.

“Karena kebanyakan keluhan masyarakat ya, itu, mereka bingung bayar cicilan, mereka bingung karena enggak punya banyak uang untuk menyetok bahan untuk keperluan harian,” kata Lukman.

“Di sini saya mencoba taat sama pemerintah dengan mengisolasi diri, tapi harusnya pemerintah mengerti dalam isolasi diri kami juga butuh makanan untuk bertahan hidup,” ujarnya lagi.

(bs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here