Covid-19, Sandiaga: Saya Dukung Partial Lockdown

0
Sandiaga Tidak Menutup Kemungkinan Bergabung di Pemerintahan Jokowi

Politik Today – Mantan Gubernur DKI Jakarta yang juga politisi dan pengusaha Sandiaga Salahuddin Uno mendukung langkah pemerintah bila mengambil langkah partial lockdown.

Cara tersebut dinilai akan efektif dalam menghindari penyebaran virus corona (COVID-19) yang kian masif. Jumlah orang yang berpotensi terkena virus diperkirakan sampai 2,5 juta orang dalam skenario terburuk, tapi mudah-mudah ini tak terjadi.

Namun, ia memberi catatan bahwa beragam persiapan sudah harus dilakukan sebelum sampai kepada kebijakan partial lockdown. Di antaranya menyiapkan aparat dalam mendistribusikan bantuan seperti bahan baku makanan.

“Saya dukung (partial lockdown) dengan pengamanan. Jadi jangan di balik, partial lockdown baru bantuan. Tapi bantuan dulu, bantuan ini perlu cepat digelontorkan,” kata Sandi dalam teleconference, Kamis 26 Maret 2020.

Partial lockdown menjadi opsi paling rasional saat ini. Karena jika harus seluruh wilayah Indonesia lockdown akan ada banyak kesulitan.

“Kalau DKI saya yakin siap, mereka udah lakukan skenario planning. Waktu saya bertugas di DKI ada beberapa skenario, planning seperti ini sudah masuk,” kata politisi partai Gerindra itu.

Hingga kini, penyebaran virus corona menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan. DKI Jakarta menjadi wilayah dengan jumlah mayoritas. 495 pasien positif, 226 orang di antaranya masih dirawat, 29 pasien dinyatakan sembuh, 48 meninggal.

“Saya yakin ini bukan angka akurat, pandangan saya akan lebih tinggi jika tes masif. Memang rapid test salah satu opsi, tapi tes akurat ini saya yakin akan terus dilakukan di hari-hari ke depan, tapi kita banyak kasus undetected (tidak terdeteksi),” sebut Sandi.

Sementara secara nasional, sudah ada 893 kasus positif. 701 diantaranya sedang dirawat dan 35 orang sudah sembuh. Yang memilukan sudah ada 93 orang dinyatakan meninggal.

Baca juga  LIPI Bantah Teori Virus Corona Covid-19 Senjata Biologi

“Kasus di Indonesia akan terus meningkat dan peak akhir April atau awal Mei. Situasi terburuk sejumlah 2,5 juta atau 1% masyarakat Indonesia yang terjangkit corona. Namun ini bisa kita tangani kalau kita lebih disiplin jika kita social distancing,” sebut Sandi.lockdown

Hitungan Sandi ini lebih besar dari proyeksi pemerintah. Pemerintah memperkirakan ada 600-700 ribu orang berpotensi terkena virus corona di Indonesia.

“Jumlah orang berisiko 600-700 ribu, pemerintah akan siapkan 1 juta untuk kita pemeriksaan secara massal,” kata Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat 20 Maret 2020.

(YR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here