Dewan Pengawas KPK Melakukan Sekularisasi? Begini Kata Sekjend PPP

0
PPP: Ada Kontrak Kofifah dan Ridwan Kamil Wajib Dukung Jokowi

PolitikToday– Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan Arsul Sani mengkritik keputusan Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi menghapus religiusitas dari nilai dasar KPK.

“Dewas sedang melakukan proses sekularisasi dalam kerja-kerja pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK,” kata Arsul kepada wartawan.

Dalam Kode Etik pimpinan KPK yang baru, nilai dasar religiusitas diganti dengan sinergitas.

Arsul mengatakan Dewan Pengawas KPK bahkan bisa dianggap mengabaikan sila pertama Pancasila, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. Dewas juga bisa dinilai menganggap agama tidak penting dalam kerja pemberantasan korupsi.

Arsul mengaku tak tahu persis alasan Dewan Pengawas KPK menghapus nilai religiusitas itu. Namun dia menduga keputusan ini bisa jadi karena mereka alergi dengan berkembangnya isu adanya kelompok berjenggot, celana cingkrang, dan Taliban di KPK.

Isu yang diidentikkan dengan radikalisme itu sempat berkembang di tengah revisi Undang-undang dan pemilihan pimpinan KPK. Isu tersebut meredup setelah dua agenda itu rampung di Dewan Perwakilan Rakyat.

Menurut Arsul, isu tersebut tak bisa dijadikan alasan. Menurut politikus partai kakbah ini, perihal berjenggot, celana cingkrang, dan paham keagamaan yang dianut kalangan tertentu di KPK tak perlu dipermasalahkan. Apalagi dipergunakan sebagai alasan menghilangkan nilai religiusitas.

(yt)

Baca juga  Usai Dicecar Penyidik KPK Terkait Bukti Percakapan Suap Harun Masiku, Hasto: Cukup, Cukup!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here