Duga Penundaan Formula E Anies Karena Takut Tidak Sukses, Netizen Sebut Mahfud ‘Berhati Busuk’

2
mahfud
Menkopolhukam Mahmud MD

PolitikToday – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menduga keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menunda gelaran balap mobil Formula E karena ada kekhawatiran kegiatan tersebut tidak sukses.

Hal ini menyusul wabah virus corona (Covid-19) yang merambah di beberapa negara, bahkan di Indonesia dan membuat beberapa kegiatan besar di negara lain ditunda.

“Karena melihat situasi jangan-jangan itu tidak sukses kan, karena kecenderungan di banyak dunia menghendaki agar menghindarkan perkumpulan-perkumpulan orang terlalu banyak, seperti tontonan dan sebagainya,” kata Mahfud saat ditanya terkait penundaan pagelaran Formula E, Rabu (11/3) lalu.

Mahfud juga memprediksi jika Pemprov DKI tetap memaksakan kehendak untuk menggelar kegiatan tersebut pada Juni mendatang, ditakutkan tak akan ada penonton yang datang. Sebab masih banyak warga yang waswas akibat wabah virus corona.

“Itu mungkin kalau enggak banyak orang yang nonton kan rugi juga, lalu ditunda, barangkali,” ujar Mahfud.

Menanggapi komentar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut, netizen justru menganggap Mahfud berhati busuk.

“Anda ini bener2 berhati Busuk bung Mahfud MD. Ditunda itu karena ada kekhawatiran penyebaran virus corona dimana pesertanya berasal dari banyak negara. Pejabat apaan anda ini,” tulis pemilik akun Twitter @@HukumDan.

Pemilik akun Twitter @ekowboy2 menyebut penanganan wabah virus corona oleh Gubernur DKI tersebut sebagai upaya melindungi warganya. Komentar Mahfud yang notabene sebagai Menko dianggapnya tidak pantas diucapkan di tengah keseriusan semua pihak mencari jalan keluar dalam pengentasan wabah corona.

Baca juga  Natalius Pigai Minta Pak Jokowi Lockdown Indonesia

“Anies transparan dan tulus ingin melindungi warganya secara politik dan epidemiologi beliau sangat paham masalah serta solusinya. Hatimu bangkai Put.. jangankan untuk menjadi pejabat publik bahkan sebagai manusia pun kau tak pantas!!” tulisnya.

Berbeda dengan Mahfud, langkah Anies menunda perhelatan Formula E justru diapresiasi oleh Direktur Eksekutif Charta Politik Indonesia, Yunarto Wijaya. Melalui akun Twitter miliknya, Yunarto memuji langkah cepat Pemprov DKI ketimbang pemerintah pusat dalam menangani wabah corona.

“IMHO, This time pemprov dki harus diapresiasi dalam penanganan isu corona… Fokus pada keselamatan dan berani cepat ambil keputusan (dibandung pemerintah pusat)… thx pak gub,” tulisnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memutuskan menunda gelaran Formula E di DKI Jakarta pada Juni 2020. Penundaan itu berkaitan dengan wabah virus corona di Indonesia, khususnya Jakarta.

“Mencermati perkembangan Covid-19 di berbagai belahan dunia khususnya di Jakarta, maka penyelenggaraan Formula E yang semula dijadwalkan pada bulan Juni 2020 agar ditunda pelaksanaannya,” kata Anies dalam suratnya, dikutip dari Antara, Rabu (11/3) lalu.

(bs)

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here