‘Geruduk’ DPRD, Mahasiswa Sumatera Barat Tolak Omnibus Law

0
mahasiswa sumbar demo

PolitikToday – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Sumbar menggeruduk kantor DPRD Sumatera Barat, Rabu (4/3). Mahasiswa menuntut DPRD memenuhi dua point tuntutan utama yang mereka sampaikan terkait Omnibus Law.

“Tuntutan pada aksi ini pertama, menolak omnibus law. Sebagaimana kita tau kondisi hari ini Indonesia yang sistem hukum yang berbeda dari negara-negara luar tetapi Omnibus Law diadopsi negara luar dan diadopsi oleh Indonesia sendiri dan tidak sesuai,” ungkap Ikhsan Guciano Menko pergerakan BEM KM Unand, Rabu (4/2).

Ikhsan mengatakan, banyak elemen masyarakat yang dirugikan akibat adanya omnibus law ini.

“Kita menuntut DPRD menyatakan sikap ketua DPRD Sumbar menolak omnibus law,” tambahnya.

Ia mengatakan bahwa sedari awal pembentukan rancangan undang-undang ini tidak melibatkan semua elemen yang ada.

“Buruh tidak diikutsertakan dan ia terkena efek omnibuslaw. Elemen masyarakat seperti perempuan yang dirugikan juga tidak diikutsertakan. Yang dilibatkan itu pengusaha Dan 3 kepala daerah yaitu yang di DKI Jakarta, Tanggerang Selatan dan Banyuwangi,” ungkapnya.

Ditambahkan Ikhsan, efek lainnya, kemungkinan pesangon buruh tidak ada lagi. Dan hitungan gaji kerja hanya itungan jam itu perspektif buruh.

“Belum lagi dari lingkungan juga yang dicabut amdalnya karena regulasi yang dicabut oleh bapak Jokowi regulasinya disederhanakan,” jelasnya.

Tuntutan ke dua, hendaknya dilibatkan elemen masyarakat yang lainnya.

“Juga mahasiswa dilibatkan sehingga kebijakan yang diambil bisa betul-betul merupakan keinginan masyarakat,” harapnya.

(bs)

Baca juga  Presiden KSPN: Jika Omnibus Law Merugikan Buruh, Ya Mogok Masal !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here