Gunakan Simulasi Corona Pemodelan Korea, Jumlah Kasus di Indonesia Lebih 8.000

0
corona

PolitikToday – Peneliti dari Pusat Pemodelan Matematika dan Simulasi Institut Teknologi Bandung (ITB) dan KK Matematika Industri dan Keuangan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB, melakukan pemodelan terkait puncak penyebaran virus corona atau Covid-19.

Pemodelan dilakukan dengan membandingkan data-data pasien corona (Covid-19) di sejumlah negara yakni China, Italia, Iran, Korea Selatan, serta kawasan Amerika Selatan, dengan menggunakan kurva Richards. Untuk mendekati kasus di Indonesia, para peneliti menggunakan model Korea Selatan.

Adapun peneliti yang terlibat dalam pemodelan yang dirilis hari Minggu (15/3) adalah Nuning Nuraini, Kamal Khairudin, dan Mochamad Apri.

“Dengan bekal ini dibuat perhitungan ‘kasar’ dan sederhana (untuk) proyeksi kasus di Indonesia,” antara lain tulis para peneliti di dalam pemodelan itu.

Pemodelan yang mereka lakukan memberikan proyeksi jumlah kasus yang secara konsisten meningkat hingga mencapai angka lebih dari 8.000 kasus. Selain itu, jumlah kasus baru harian juga akan meningkat hingga akhir bulan Maret, dengan angka maksimum di kisaran 600 kasus.

“Jumlah ini tentu jauh di bawah jumlah kasus baru di China yang bisa mencapai angka 20.000 kasus baru per hari,” tulisnya.

Para peneliti menggarisbawahi, bahwa profil penelitian mereka menggunakan parameter model Korea Selatan yang dipandang cukup berhasil menjalankan SOP pencegahan pandemi penyebaran Covid-19.

“Bisa dibayangkan bila langkah pencegahan ini tidak dilakukan secara serius, maka kasus bisa berlipat dalam puluhan, ratusan, ribuan bahkan jutaan penderita,” tulisnya.

Mereka mengakui bahwa pendekatan model yang mereka lakukan masih sederhana dan belum sempurna. Akan tetapi, pada dasarnya semua model yang ada memberikan pesan yang sama bahwa jumlah kasus yang sebenarnya tidak diketahui.

(bs)

Baca juga  Dampak Ekonomi Akibat Wabah Corona, DPR Dorong Jokowi Terapkan BLT dan Bank Pangan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here