Ibarat Kayu Ulin, Jokowi ‘Bebal’ Himbauan WHO Terkait Corona

0
jokowi
Presiden Jokowi

Virus corona menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. Bahkan organisasi kesehatan dunia atau WHO saat ini telah menyatakan virus corona telah masuk dalam kategori pandemi global. Bahkan saat ini, beberapa negara telah menerapkan lockdown dan menetapkan status waspada corona sebagai langkah antisipasi penyebaran corona lebih jauh.

Awal-awal munculnya virus corona, WHO telah memberikan warning. WHO menegaskan bahwa tidak ada satupun negara yang kebal terhadap virus corona. Oleh sebab itu, langkah pencegahan secara dini dianggap cara yang paling baik daripada mengobati apalagi sampai jatuh korban jiwa.

Namun, di saat negara-negara yang sistem kesehatannya lebih baik daripada Indonesia mempersiapkan langkah antispasi corona, pemerintah kita terkesan ‘santai’. Bahkan, pemerintah malah memunculkan wacana ‘mengucurkan’ Rp 72 Miliar untuk mempromosikan pariwisata Indonesia. Terkesan bagi publik, pemerintah ingin menjadikan Indonesia sebagai ‘taman’ penyebaran corona dari seluruh warga global.

Sikap pemerintah yang terkesan santai ini menuai banyak protes. Mulai dari elite politik hingga publik di dalam negeri. Bahkan, dunia internasional dan negara tetangga juga ikut menyindir secara tak langsung kebijakan-kebijakan pemerintah Indonesia yang ‘jumawa’mengatakan Indonesia zero corona.

Pada waktunya, virus corona pun singgah di Indonesia. Dua orang warga negara Indonesia dinyatakan positif corona, yang diduga ditularkan oleh warga negara Jepang yang teridentifikasi positif corona oleh pemerintah negara tetangga. Dari kasus ini bisa dibaca, bahwa sikap santai pemerintah Indonesia ‘kecolongan’ dalam mengantisipasi penyebaran virus corona.

Lebih mengejutkannya lagi, kurang dari dua minggu jumlah penderita yang positif corona meningkat menjadi 69 orang dan 4 orang dunia meninggal dunia. Angka ini didapatkan bukan dengan formula penghitungan yang statis atau rata-rata 6 orang perhari.  Fakta terbaru diungkapkan oleh Badan Intelijen Negara (BIN), bahwa virus corona diprediksi akan mengalami puncaknya pada bulan Mei.

Baca juga  Empat Alasan Kenapa Jokowi Mesti Pecat Yasonna Laoly

Kini WHO kembali memberikan himbauan kepada negara-negara di dunia, khususnya pada negara yang memiliki populasi besar dan ragam kapasitas dan sistem kesehatan di dalam negeri, seperti Indonesia, agara segera mendeklarasikan Darurat Nasional virus corona.

Hingga saat ini, setidaknya ada 7 negara dengan 14 kota yang telah menerapkan lockdown sebagai langkah antisipasi penyebaran corona. Negara dan kota yang di lockdown  tersebut adalah China (Wuhan, Huanggang, Ezhou, Chibi, Qianjing, Jingmen, Xiantao, Xiaogan, Huangshi, Wenzhou, Zhijian) sejak 23 Januari 2020, Israel (Betlehem) sejak 5 Maret 2020, Italia sejak 9 Maret 2020, Denmark sejak 11 Maret 2020, Filipina (Manila) sejak 12 Maret 2020, Irlandia sejak 12 Maret 2020, India (Delhi & Kerala) sejak 13 Maret 2020. Terbaru, Amerika Serikat mengumumkan negara adikuasa ini Darurat Nasional virus corona dan cairkan Rp 725,8 Triliun untuk memerangi corona.

Pemerintah Indonesia tidak bisa terus-terusan ‘bebal’ dengan himbauan dunia. Tidak ada tendensi politik dalam penanganan corona. Ini murni semata-mata menyangkut masalah kemanusiaan dan keselamatan dunia. Karena kalau Indonesia tidak selamat, bahaya untuk daerah lain. Karena locus corona tak lagi kecil, tapi sudah menjadi pandemi global.

Pemerintah tidak boleh bertele-tele dan terkesan lamban menangani corona. Jangan seperti kayu ulin atau kayu besi yang keras dan sulit dibentuk. Sebagai mantan tukang kayu, Jokowi pasti hafal betul dengan jenis kayu ini. Jadilah kayu yang bermanfaat bagi kehidupan, sekalipun hanya sebatas penyangga tiang-tiang penghubung.

Berry Salam, Pegiat Masyarakat Berkeadilan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here