ICW Sebut KPK Kehilangan Taji Hadapi Eks Caleg PDIP Harun Masiku

0
kurnia ramadhana ICW

PolitikToday – Indonesia Corruption Watch (ICW) mengkritik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang membuka peluang mengadili para koruptor tanpa harus hadir dipersidangan atau in absentia.

Peneliti ICW Kurnia Ramadhana mengatakan rencana mengadili eks caleg PDIP Harun Masiku dan Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurrachman dengan metode itu merupakan bentuk kemunduran KPK di bawah kepemimpinan Firli Bahuri Cs.

“Memang KPK era Firli (Ketua KPK Firli Bahuri) mengalami kemunduran yang luar biasa. Taji KPK tidak seperti sedia kala,” kata Kurnia, Jumat (6/3).

Untuk kasus Harun, Kurnia menyebut sejak awal muncul kontroversi yang dilakukan lembaga antirasuah, seperti kegagalan menyegel ruangan di Kantor DPP PDIP, hingga ketidakjelasakan sikap pimpinan terkait insiden di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).

“Seluruh kontroversial ini menjadikan satu dugaan bahwa pimpinan KPK memang tidak ingin perkara ini terbongkar tuntas,” katanya.

Sementara, ihwal pencarian Nurhadi, Kurnia tak yakin jika KPK benar-benar serius menggeledah sejumlah lokasi. Padahal, sempat beredar kabar jika Nurhadi berada di salah satu apartemen di Jakarta.

“Pertanyaannya, apakah sudah dilakukan penggeledahan di wilayah tersebut? Kita tidak terlalu yakin KPK sudah melakukannya,” tuturnya.

(bs)

Baca juga  Pimpinan KPK Bertemu Dengan Pimpinan DPR, PKS: Tak Pantas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here