Ini 5 Cara Menebus Ketidakbecusan Pemerintah Menangani Pandemi Virus Corona

0
jokowi-terawan-corona-4

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan sampai saat ini sebanyak 6 dokter dilaporkan wafat diduga akibat terinfeksi virus corona (Covid-19). Kabar duka itu diberitakan langsung lewat akun Instagram IDI, @ikatandokterindonesia.

Kabar ini merupakan sinyal bahwa pandemi corona telah mencapai level ketiga. Pada level pertama, virus corona menyebar dari orang-orang yang datang atau baru pulang dari luar negeri. Level kedua, orang-orang yang tampak sehat tetapi sesungguhnya terjangkiti virus corona telah menjadi “carier” penyebaran virus ini. Dan level saat ini adalah: paramedis yang merawat pasien virus corona telah tertular.

Semua kekacauan atas pandemi virus corona di tanah air mestinya tidak separah ini seandainya Presiden Jokowi dan jajaran kabinetnya tidak pakai falsafah “menggampangkan”. Sombong dan sok bahwa Indonesia “zero” corona. Bahwa virus corona takut datang ke Indonesia karena perizinannya berbelit-belit. Bahwa virus corona tidak bisa mangkus di tanah tropis seperti Indonesia. dan berbagai omong kosong lainnya. Bahkan sebelumnya pemerintah malah hendak mendongkrak potensi pariwisata di tanah air dengan menggundang para pelancong asing di tengah pandemi ini.

Sekarang ini nasi sudah jadi bubur. Tidak ada gunanya lagi menghujat segala kekeliruan pemerintah itu. Apalagi diprediksi pandemic ini akan mencapai puncaknya pada bulan Mei mendatang, dan dampaknya bisa terus berlangsung hingga 1-2 tahun.

Mari beralih untuk memastikan pemerintah tidak mengulangi kesalahannya. Mari mendorong pemerintah benar-benar bisa melaksanakan kewajiban kenegaraan bahwa negara ini dibentuk untuk melindungi seluruh tumpah darah Indonesia.

Lantas, poin-poin apa yang ke depannya perlu kita desakkan kepada pemerintah?

Pertama, dan yang terpenting, adalah jaminan layanan kesehatan. Pemerintah mesti memberikan layanan secara penuh dan gratis kepada seluruh rakyat Indonesia yang terjangkit virus Corona. Termasuk, warga negara asing yang sedang berada di Indonesia. Layanan ini meliputi perawatan hingga sembuh, bahkan termasuk biaya pemakaman bagi korban yang meninggal dunia jika diperlukan.

Baca juga  UN Dibatalkan Akibat Pandemi Covid-19, Ini Cara Tentukan Kelulusan Siswa

Kedua, pemerintah mesti bisa menjamin ketersediaan bahan pokok sepanjang pandemi ini. Pemerintah wajib memprioritaskan terlebih dahulu kebutuhan pokok untuk rakyatnya. Pemerintah mesti berpikir: “Indonesian First” meskipun bencana ini dialami oleh negara lain. Jika ternyata masih berlebih, barulah bergerak untuk membantu bangsa dan negara lainnya.

Ketiga, pemerintah mesti menjamin ketersediaan energi, baik listrik, BBM dan gas. Perlu strategi pengamanan yang berlapis-lapis, jangan sampai keliru langkah, untuk memastikan pasokan listrik, BBM dan gas untuk kebutuhan rumah tangga seluruh rakyat Indonesia. Pasalnya, ketiga hal itu sudah menjadi kebutuhan pokok hidup umat manusia pada era sekarang ini.

Keempat, pemerintah perlu menjami ketersediaan sistim telekomunikasi dan teknologi informasi. Pemerintah harus memastikan bahwa sistim telekomunikasi dan sistim teknologi informasi bangsa Indonesia akan tetap stabil dan bisa dijamin keandalannya jika harus menghadapi wabah virus Corona. Zaman sekarang kebutuhan manusia terhadap sistim telekomunikasi dan teknologi informasi sudah sama skala prioritasnya dengan kebutuhan pokok akan makanan dan minuman.

Kelima, pemerintah perlu memberikan insentif dan bantuan ekonomi kepada kalangan yang membutuhkan. Pemerintah perlu memberikan bantuan konkrit dana talangan bagi seluruh rakyat miskin di Indonesia yang hanya mengandalkan penghasilan dan pendapatan dari pekerjaan harian sehubungan dengan kebijakan social distance apalagi lockdown.

Pemerintah juga mesti menginstruksi seluruh perbankan serta lembaga keuangan lainnya untuk memberikan diskresi terhadap dunia usaha sebagai dampak dari pandemic corona. Apalagi, bagi sektor UMK yang penjualannya banyak tergerus akibat kebijakan social distance. Klausul “force majeure” perlu dimajukan karena penurunan ini akibat bencanan dan diluar kemampuan manusia. Jangan ada perbankan atau lembaga keuangan manapun yang terdengar melakukan intimidasi atau tindakan tidak berperikemanusiaan kepada nasabah atau debiturnya.

Baca juga  Walikota Sorong Tetap Menerapkan Lockdown

Jika lima poin ini dilaksanakan. Saya pikir kekhawatiran rakyat Indonesia bisa terhadap dampak pandemic virus corona bisa diminimalisasi. Kepercayaan rakyat yang sudah megap-megap akibat ketidakbecusan pemerintah dalam penanganan virus corona juga bisa kembali hidup.

Oleh: Hendra Saputra, penulis lepas tinggal di Bandung

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here