Kasus Harun Masiku, KPK: Pimpinan Turun Tangan Dalam Pencarian

0
harun masikuu

Politik Today – Hingga saat ini keberadaan tersangka kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) DPR Harun Masiku belum diketahui.

 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mencari Harun Masiku yang berstatus buron ke beberapa lokasi yang disinyalir menjadi tempat persembunyiannya.

 

Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar, mengatakan pencarian dilakukan penyidik ke semua titik sesuai informasi dari laporan masyarakat.

Bahkan dia mengklaim pimpinan KPK langsung ikut dalam pencarian yang bersangkutan.

“Di semua titik yang disebutkan oleh masyarakat sudah dicari. Pencarian dilakukan langsung oleh pimpinan KPK dan dengan teman-teman penyidik,” kata Lili di Gedung KPK, 3 Maret 2020.

Lili mengimbau Harun untuk segera menyerahkan diri ke KPK.

Dia mengingatkan bahwa proses hukum terhadap Harun Masiku terus berjalan meski yang bersangkutan bersembunyi.

“Harun Masiku dan orang-orang yang mencoba menyembunyikan dan menghalang-halangi untuk segera menyerahkan diri. Jangan dikira dengan hilangnya dia tidak diproses secara hukum, tetap dilakukan,” ucapnya.

Lili menegaskan KPK tetap konsentrasi menyelesaikan semua kasus korupsi yang masuk ke KPK meski direpotkan dengan pencarian Harun.

Menurutnya, semua perkara, baik penyidikan maupun penyelidikan merupakan pekerjaan rumah yang harus dituntaskan KPK.

“Semua menjadi pekerjaan rumah, tetapi tetap konsentrasi. Perkara lainnya kita juga proses. Kan kita juga tetap lakukan penyelidikan dan penyidikan untuk perkara baru. Jadi selain Harun tetap jadi tugas kita untuk menuntaskan perkara lainnya,” ujarnya.

KPK hingga detik ini masih mencari keberadaan Harun Masiku.

Sejak Senin 27 Januari 2020 pun, KPK telah memasang foto, biodata, dan lengkap dengan perkara yang menjeratnya di laman resmi KPK dengan deskripsi “KPK Masukkan Nama HAR dalam DPO”.

Dalam perkara ini, Harun Masiku lolos dalam OTT KPK pada 8 Januari 2020.

Sempat beredar kabar Harun berada di luar negeri, namun ternyata pada 7 Januari 2020 sudah di Indonesia.

Harun ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya yaitu Wahyu Setiawan, mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina serta pihak swasta, Saeful.

Wahyu Setiawan dan Agustiani ditetapkan sebagai pihak penerima suap. Sedangkan Harun dan Saeful merupakan pihak yang memberikan suap.

(YR)

Baca juga  Penyelidik KPK Gagal Segel DPP PDIP, Dalih Masinton: Surat Tugas Enggak Dibacakan Kepada Petugas Keamanan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here