Kebijakan ‘Halu’ Rezim Berharap Untung Dari Malapetaka Virus Corona, Tebar Umpan Rp. 298,5 Milyar Lewat Promosi Wisata

0
corona virus

Sejumlah negara telah mempersiapkan diri untuk tidak terkena wabah virus corona atau Covid-19. Beberapa negara seperti Iran, Italia telah menutup diri dan membatasi keluar warga dan masuk wisatawan. Termasuk negara Arab Saudi yang menghentikan sementara ibadah umrah ke Makkah dan Madinah. Indonesia termasuk negara yang dicekal.

Mereka bahkan rela mengesampingkan kegiatan ekonomi, investasi dan pariwisata demi menghalau agar virus corona tidak semakin banyak menginfeksi warganya. Sebab satu saja kasus infeksi virus corona ditemukan, maka potensi virus ini merebak sangat besar, seperti kejadian di Wuhan, Hubei China yang sangat mudah dan cepat.

Namun, Pemerintah Indonesia malah mengeluarkan kebijakan terbalik. Membuka selebar-lebarnya pintu bagi wisatawan asing. Berharap limpahan wisatawan yang batal ke China, Jepang, Korea Selatan dan negara lainnya untuk datang ke Indonesia.

Tentu ini demi mendapatkan untung. Rezim tidak malu dan segan mengelontorkan dana promosi yang besar. Tidak tanggung-tanggung, insentif promosi ini mencapai Rp. 298,5 miliar. Dengan rincian, insentif untuk maskapai dan travel agent sebesar Rp 98,5 miliar, anggaran promosi wisata Rp 103 miliar, kegiatan pariwisata Rp 25 miliar, dan influencer Rp 72 miliar.

Apakah ini efektif? Disaat negara lain malah mengarahkan semua kemampuan untuk menangkal jangkauan virus corona dan tidak menjadi wabah di negara mereka. Beberapa negara berfikir panjang untuk memproteksi warga negaranya sedemikian rupa. Kemudian bersiap-siap menghadapi kemungkinan terburuk akibat mewabahnya dan memperparah keadaan.

Semestinya, rezim saat ini fokus memproteksi diri, bukan jor-joran keluarkan anggaran agar wisatawan datang. Berharap wisatawan untuk menambal devisa yang cekak. Uang sejumlah Rp. 298,5 lebih efektif dianggarkan kepada yang substansi memproteksi rakyat. Seperti mitigasi dampak virus Covid-19 bagi rakyat Indonesia.

Baca juga  Jubir: Pasien Positif Corona Keluhan Ringan Tak Perlu Dirawat di RS Cukup Isolasi Di Rumah

Langkah ini bisa untuk penguatan manajemen krisis. Pembelian dan penyiapan alat pemeriksaan virus, kesiapan fasilitas kesehatan, sampai yang teknis sederhana mengantisipasi kelangkaan masker.

Jika kebijakan menggelontorkan dana Rp. 298,5 untuk promosi wisata tetap dilakukan, tiada lain ini adalah kesia-sian belaka. Dan faktanya hari ini ada dua warga Indonesia di Depok positif terkena Covid-19.

Seperti memancing dikala banjir, umpan habis ikan tidak dapat.

Oleh: Ni Made Sulistina Wangsa, Penggiat Pariwisata Iconik Bali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here