Kegaduhan Tim Buzzer Istana Terhadap Kasus Besar

0
IHSG

Tidak adanya keinginan Presiden Joko Widodo menutup akses orang asing masuk ke Indonesia jadi bahan olokan publik hari ini di media sosial. Hal ini berkaca dari beberapa Negara tetangga seperti Singapura dan Filipina yang telah melakukan lockdown atau pengisolasian Negara guna mencegah penularan wabah virus corona terhadap Negara mereka.

Namun tidak demikian dengan pemerintahan Indonesia. Berbagai asumsi dan dugaan publik lebih condong kesengajaan pemerintah Indonesia mengundang penyakit berbahaya itu masuk ke tanah air guna menutup berbagai isu politik yang tengah ramai diperbincangkan masyarakat saat ini. Dimulai dari kasus Jiwasraya, Harun Masiku hingga upaya partai Golkar meloloskan RUU Omnibus law khususnya RUU Cipta Kerja yang penuh kontroversial belakangan ini.

Beriringan itu, nilai mata uang dolar terus merangkak naik. Hingga nilai tukar rupiah menempati posisi Rp14.778 per dolar pada perdagangan pasar spot Jumat (13/3) sore. Publik pun bereaksi. Buktinya seketika ramai-ramai muncul hastag #rupiahmelemahjkwlengser jadi trending topic di media social Twitter.

Tak sedikit dari mereka meminta Joko Widodo turun dari kursi Presiden. Hal ini dikarenakan tidak mampunya pemerintah menekan pelemahan rupiah oleh sentimen perkembangan virus corona (covid-19). Lagi-lagi virus corona menjadi kambing hitam atas dinamika politik yang tengah berkembang saat ini.

Di sini peran influencer atau tim buzzer istana berperan menyebarkan berita bohong atau hoax. Berbagai cara para influencer istana tersebut mempengaruhi pengguna media sosial tanah air ke isu lain. Salah satunya menaikan trafik berita yang menyangkut isu  pemerintahan.

Ya, mantan petinggi Partai Demokrat, Marzuki Alie tiba-tiba muncul di media sosial jelang Partai Demokrat gelar Kongres ke V pada 14-16 Maret 2020 mendatang. Salah satu agenda penting memilih ketua umum PD yang baru di periode 2020-2025 tersebut, dikatakan akun Marzuki Ali begitu mendadak dan fitnah lainya yang memunculkan spekulasi di tengah-tengah masyarakat. Seketika menjadi ramai dibicarakan oleh pengguna medsos akibat sebarannya yang begitu luas di jejaring sosial.

Baca juga  Jokowi Minta DPR Selesaikan Omnibus Law Dalam Tiga Bulan, Puan Tak Menjamin

Ada yang menganggap Marzuki Ali cari panggung atau perhatian dari sang Ketua Umum untuk diajak masuk ke dalam bursa calon Ketua Umum baru nantinya setelah Kongres ke V berlangsung. Adapula anggapan politisi asal Sumatera Selatan ini muncul karena sudah lama tidak sorot media massa tanah air paska berakhirnya masa jabatan kursi DPR RI pada 2014 lalu.

Dengan begitu, bisa dipastikan dinamika masalah politik tanah air yang dimulai dari lambatnya penanganan pencegahan wabah virus corona menjadi momok menakutkan di masyarakat hingga menyebabkan melemahnya nilai rupiah karena virus ini dikarenakan peran dari influencer atau tim buzzer pihak istana membuat kegaduhan ke masyarakat.

Oleh, Yoyo Tuna

Pegiat Media Sosial 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here