Kibulan “Unik” Pemerintah Terkait Virus Corona

0
jokowi

Politik Today – Dua bulan sudah kasus virus corona mewarnai media luar negeri maupun media nasional. Kasus pertama mengenai corona virus terjadi pada tanggal 31 desember 2019 tepatnya di kota Wuhan Cina. Otoritas Cina seketika-langsung mengidentifikasi bahwa virus ini semacam virus flu yang bisa mematikan seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndromeatau (SARS).

Kemudian, senin tanggal 21 Januari 2020 pemerintah Cina melaporkan lonjakan tajam jumlah kasus akibat virus corona. Cina mengumumkan penemuan 136 infeksi baru selama satu pekan di Wuhan.

Kasus virus corona pun terus bergulir sedikitnya 3000 orang tewas dari 45.000 kasus virus corona diseluruh dunia. Tidak disangka, Indonesia pun ikut menyandang status negara positif corona. Dimana terdapat dua orang positif kasus corona di depok.

Presiden Joko Widodo adalah pihak pertama yang mengkonfirmasi adanya kasus virus corona. Adapun pasien merupakan dua orang perempuan yang berusia 64 tahun dan 31 tahun. Setelah ditelusuri, diduga kedua orang ini melakukan kontak fisik dengan warga negara Jepang yang positif terkena virus corona.

Virus corona pun mengemparkan republik ini.

Sementara itu, virus corona tidak hanya berdapak buruk pada kegaduhan sosial. “Keunikan-keunikan” berita juga bermunculan. Misalnya, satu sisi Menteri Kesehatan mengatakan tidak ada kasus virus corona di Indonesia tetapi disisi lain Menteri Keuangan mengatakan virus corona telah membuat pertumbuhan ekonomi menurun.

Jika Cina yang mengalami kelumpuhan kota Wuhan dan mengalami penurunan ekonomi 1 sampai 2 persen akibat virus corona, bisa dikatakan wajar. Nah, kalau Indonesia hanya mengalami positif virus corona cuma dua orang terus mengalami penurunan ekonomi 0,3 sampai 0,6 persen, hal itu sungguh mengecewakan.

Baca juga  Tanpa Perpres Virus Corona, Rezim ‘Sah’ Ciptakan Kepanikan Dan Mis Management Crisis

Tidak bisa dipungkiri lagi, kalau Menteri Keuangan memang mencari alibi terkait virus corona ini. Masih banyak kasus lain seperti Jiwasraya, kasus Asabri dan kasus korupsi lainnya yang merugikan negara. Kasus-kasus tersebut lebih relefan melemahkan perekonomian ketimbang virus corona.

Menteri Keuangan dinilai hanya memanfaatkan kepanikan masyarakat terkait virus corona. Ada dugaan juga bahwa ekonomi Indonesia melemah bukan karena virus corona tetapi, ketidak sanggupan pemerintah membayar utang luar negeri yang semakin menggunung. Tercatat total utang luar negeri pemerintah pusat hingga Januari 2020 melambung ke angka Rp 4.817,5 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan posisi utang pada Januari 2019 yang mencapai Rp 4.498,6 triliun.

Lalu, keunikan lainnya, Presiden seolah ikut-ikutan memperkeruh suasana. Seharusnya, persoalan virus corona ini cukup Menteri Kesehatan saja yang mengomandoi. Jangan sampai pekerjaan Menteri Kesehatan juga dikerjakan oleh Presiden. Termasuk persoalan konfirmasi virus corona.

Kemudian keunikannya, setelah mengkonfirmasi positif virus corona, lalu presiden juga kembali membuat statement bak menjadi “super hero.” Presiden Joko Widodo meninta seluruh rakyat Indonesia tenang.

“Saya berharap masyarakat tetap tenang, beraktivitas seperti biasa,” kata presiden di istana 3 Maret 2020. Pemerintah benar-benar seperti mengibuli masyarakat. Setelah presiden mengkonfirmasi positif virus corona, sekarang masyarakat disuruh tenang menghadapi virus yang sangat mematikan ini. Sebagian besar pengamat komunikasi politik dipastikan akan geleng-geleng kepala melihat kibulan unik ini.

 

Dajon Gunawan: Pejuang Demokrasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here