Kit Uji Virus Corona Dari China Ditemukan Mayoritas Rusak di Spanyol dan Ceko

0
rapid test

PolitikToday – Mayoritas alat tes uji cepat virus corona yang dipasok oleh China ke Spanyol dan Republik Ceko rusak. Dari laporan situs berita Ceko, Expats.cz, hingga 80 persen dari 150.000 alat uji tidak akurat. Akibatnya, Ceko terus bergantung pada tes laboratorium konvensional yang meraka lakukan sekitar 900 hari.

Padahal, Kementerian Kesehatan Ceko telah membayar 546.000 dolar AS untuk 100.000 test kit dan Kementerian Dalam Negeri Ceko membayar 50.000 lainnya.

Sementara itu, Spanyol, yang memiliki lebih dari 56.000 orang yang terinfeksi dan lebih dari 4.000 kematian akibat virus corona, jumlah kematian tertinggi kedua di dunia setelah Italia, menemukan bahwa alat uji cepat virus corona yang dibeli dari perusahaan China, Bioeasy, hanya mengidentifikasi dengan benar 30 persen dari kasus virus, menurut surat kabar Spanyol El Pais.

Direktur Pusat Peringatan Kesehatan dan Keadaan Darurat Spanyol, Fernando Simon, mengatakan Spanyol menguji 9.000 test kit dan akan mengembalikannya berdasarkan tingkat kesalahan tinggi mereka.

Studi yang dilakukan pada tes yang menemukan tingkat kesalahan tinggi menyebabkan Masyarakat Spanyol Penyakit Menular dan Mikrobiologi Klinis untuk merekomendasikan secara resmi bahwa tes tidak digunakan.

Kedutaan Cina di Spanyol mengklaim produk Bioeasy tidak termasuk dalam produk yang telah disediakan Tiongkok untuk negara-negara di mana virus itu menyebar.

(bs)

Baca juga  Dijanjikan Hari ini, Pendaftaran Kartu Pra Kerja Jokowi Molor Hingga 11 April

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here