KPK Terima Kunjungan Pimpinan MPR RI, ICW: Pimpinan KPK Tidak Paham Riwayat Pembentukan KPK

0
pimpinan mpr ri

PolitikToday- Indonesia Corruption Watch (ICW) mengkiritik pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menerima kunjungan para pimpinan MPR pada Senin (9/3). Menurut ICW, saat ini pimpinan KPK terlalu sering bertemu dengan orang-orang politik.

“Pimpinan KPK saat ini memang tidak memahami riwayat pembentukan KPK. Lembaga anti korupsi itu dibentuk dengan konsep independen yg ketat, maka dari itu ketika membuat UU KPK dan kode etik pegawai KPK dilarang untuk berhubungan dengan pihak-pihak yang sedang dalam penanganan perkara,” kata Peneliti ICW Kurnia Ramadhana, Jakarta, Senin (9/4/2020).

Tujuh Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (9/3/2020) siang. Mereka ialah Bambang Soesatyo, Zulkifli Hasan, Ahmad Basarah, Hidayat Nur Wahid, Arsul Sani, Jazilul Fawaid, dan Fadel Muhammad.

Salah satu dari para pimpinan, yakni Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, pernah dimintai keterangannya oleh penyidik KPK sebagai saksi, terkait kasus dugaan suap terkait revisi alih fungsi hutan di Riau tahun 2014.

Kasus suap ini bermula dari Surat Keputusan Menteri Kehutanan (SK Menhut) nomor 673/2014 yang ditandatangani Zulhas pada 8 Agustus 2014.

SK tersebut tentang Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan Menjadi Bukan Kawasan Hutan seluas 1.638.249  hektare; perubahan fungsi kawasan hutan seluas 717.543  ha; dan Penunjukan Bukan Kawasan Hutan Menjadi Kawasan Hutan seluas 11.552 ha di Provinsi Riau.

SK ini diduga menjadi pintu masuk terjadinya praktik suap alih fungsi hutan di Riau. SK Menhut tersebut diserahkan Zulhas kepada Annas Maamun selaku Gubernur Riau saat peringatan HUT Riau pada 9 Agustus 2014.

(hz)

Baca juga  Dewas KPK Ganti Nilai Religiusitas Dengan Sinergi, Sekjen MUI: MUI Kecewa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here