Masker Langka Dijual ke Cina, INSIS: Pemerintah Tak Peduli Rakyat

0
masker corona

PolitikToday– Peneliti senior Institut Riset Indonesia (Insis), Dian Permata menilai pemerintah kembali menunjukkan kekurangpedulian pada rakyat. Hal ini lantaran masker tetap diekspor dengan jumlah tinggi meski masyarakat membutuhkan.

“Dalam situasi chaostic soal Covid-19, langkah ekspor atau penimbunan untuk mengeruk keuntungan dari penjualan masker dan produk turunannya menunjukan bahwa pemerintah kurang aware soal kesehatan masyarakat,” ucapnya kepada wartawan.

Lulusan Magister Universitas Sains Malaysia ini mengatakan bahwa, keselamatan dan kesehatan masyarakat Indonesia merupakan hal yang paling penting di atas urusan politik dan ekonomi.

“Jika pemerintah abai maka akibatnya bisa ditebak, masyarakat distrust dengan langkah apapun yang diambil pemerintah,” tegas Dian.

Dengan demikian, pemerintahan Presiden Jokowi, kata Dian, harus bertindak yang lebih nyata untuk mengatasi kelangkaan alat pelindung diri masyarakat dari virus corona.

“Untuk menebusnya ada baiknya pemerintah menggerakkan militer, Polri, Satpol PP, organisasi mirip-mirip semi paramiliter seperti Menwa, Pramuka, Kokam dan lainnya, dilatih untuk memproduksi massal masker dan hand sanitizer,” kata Dian.

Masker semakin langka setelah wabah virus corona atau Covid-19 terjadi di Indonesia. Ternyata bukan hanya panic buying yang menyebabkan masker langka, melainkan ada aktivitas ekspor yang sangat tinggi sejak Januari-Februari 2020 kemarin.

(yt)

 

Baca juga  Polemik Uighur, Istana: Rakyat Lihat Sendiri ke Cina

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here