Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang Amburadul

0
kereta cepat

Lagi-lagi pemerintah beralibi terkait pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. Kali ini, banjir dituding menjadi penghambat dugaan “mangkrak” proyek milyaran dollar.

Semula, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung diprakarsai oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Tidak main-main, ketika itu studi kelayakan proyek langsung ditangani oleh Japan International Corporation Agency (JICA) dan Bappenas.

Kemudian tiba-tiba saja, di zaman pemerintahan Presiden Joko Widodo, proposal Cina menyalip JICA. Presiden Joko Widodo seolah-olah tergiur proposal murah ala Cina ketimbang penawaran teknologi Jepang. Padahal kedua pengembang proyek ini sama-sama  menawarkan pinjaman lunak.

Banyak kalangan yang kecewa dengan keputusan Presiden Joko Widodo ini. Pasalnya dari segi teknologi Jepang masih diatas Cina. Presiden Joko Widodo juga dianggap telah membawa nama Indonesia tercoreng, karena pemerintah Jepang menilai Indonesia telah berkhianat terhadap Jepang. Padahal kerja sama Indonesia-Jepang sudah lebih dari empat decade. Lalu, hancur begitu saja akibat salah kebijakan presiden.

Diketahui juga, dalam proses lelang tersebut Cina menawarkan pinjaman 5,5 milyar dollar AS dalam jangka waktu 50 tahun dan bunga 2 persen pertahun. Sementara Jepang memberikan tawaran pinjaman yang sama dengan jangka waktu 40 tahun dan bunga 0,1 persen pertahun. Persoalan pilihan saja sebenarnya, yang membedakan hanya jangka waktu pinjaman ke Cina lebih lama dan lebih mahal bunganya.

Proyek konstruksi dan infrastruktur kereta cepat Jakarta-Bandung kemudian berjalan. Infrastruktur kereta cepat dikerjakan oleh PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) yang merupakan perusahaan patungan konsorsium BUMN dan Cina Railways.

Pembangunan infrasuktur dimualai sejak groundbreaking yang disepakati oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2016 di Perkebunan Walini, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Seiring berjalan, pembangunan infrastruktur mencapai 44% dengan target operasional tahun 2021.

Baca juga  Kekonyolan Rezim Klaim yang Jadi Olok-Olok Negeri Tetangga

Sebelumnya proyek “milyaran dollar” pernah dihentikan karena telah memicu kebakaran pipa minyak milik Pertamina di Cimahi. Kemudian, pemerintah kembali menghentikan pengerjaan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung dengan berbagai alasan. Dan ketemulah alasan proyek di hentikan pemerintah karena banjir yang diumbar-umbar kemedia masa.

Kenyataanya, proyek yang dikerjakan PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) ini memang menyebabkan banjir di bekasi dan genangan air di Tol Jakarta-Cikapek. Selain itu genangan air juga menyebabkan kemacetan dalam dua bulan terakhir ini. Jika alasan berhentinya pembangunan perihal tersebut, ya, itu salahnya pemerintah sendiri kenapa tidak memperhatikan aspek lingkungan.

Kemudian, bisnis to bisnis ala pemerintah Indonesia dengan Cina ini juga dinilai jangal dan penuh kritikan. Pemerintah terkesan tergesa-gesa, karena pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung tidak masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Lalu tidak masuk juga dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNas). Perihal ini menimbulkan pertanyaan besar public. Kenapa proyek ini lolos dari RPJMN dan RIPNas.

Sementara itu kejangalan lainnya terkait pekerja. Pemerintah telah mempekerjakan 300 pekerja dari Cina. Pekerja Indonesia seolah tidak menjadi leader pada proyek ini, padahal Indonesia memiliki tenaga-tenaga lokal yang memiliki kopetensi sama dengan pekerja dari Cina. Perihal ini karena pemerintah terlalu membuka ruang untuk pekerja Cina dalam pengerjaan proyek.

Oleh sebab itu kerjasama Kereta Cepat Indonesia dan Cina ini dinilai gagal dan tidak layak untuk diteruskan. Dan kedepannya DPR RI disarankan untuk mempertanyakan persoalan-persoalan yang lebih mendalam kepada pemerintah terkait pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung ini. Kapan perlu DPR RI menekan pemerintah untuk menganti pengembang proyek “milyaran dollar” dari Cina tersebut.

 

Dajon Gunawan

Baca juga  Omnibus Law, Rocky Gerung: Penyelundupan Kepentingan Rugikan Buruh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here