Pengadaan Alat Uji Virus Corona Sukar, Menkes Terawan Disebut Sempat Tolak Tawaran Dari Singapura

0
Terawan Agus Putranto

PolitikToday – Dalam situasi sukarnya pengadaan alat pengujian virus corona di Indonesia, perusahaan Singapura Temasek Foundation ternyata sudah menawarkan. Penawaran alat tersebut dilakukan melalui Duta Besar Indonesia untuk Singapura Ngurah Swajaya sejak medio Februari lalu.

“Mereka menawarkan melalui kedutaan,” ujar Swajaya mengkonfirmasi pada Jumat, (13/3/2020) lalu, dikutip dari Majalah Tempo edisi Senin, (16/3/2020). Adapun Temasek Foundation belum bisa diminta tanggapan.

Surat dari Chief Executive Temasek Foundation International Benedict Cheong menyampaikan penawaran alat uji itu kepada Ngurah Swajaya. Isi surat itu menginformasikan alat pendeteksi Covid-19 bernama VereCoV Detection Kit.

Dalam satu kali pengujian, VereCoV Detection Kit diklaim bisa mendeteksi dan mengidentifikasi Covid-19 serta membedakannya dengan virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Hasilnya bisa diketahui dalam tempo dua setengah jam.

Sebulan setelah surat itu keluar, pemerintah tak kunjung merespons tawaran tersebut. Baru pada pekan lalu, Presiden Joko Widodo berkomunikasi dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong.

Ngurah Swajaya pun membenarkan adanya komunikasi tersebut. Dalam pembicaraan dua kepala negara, kerja sama dengan Singapura diputuskan melalui business to business (b to b).

Belakangan, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menolak peralatan tersebut. Kenapa Terawan menolak? Apakah Kementerian mencurigai ada motif bisnis?

(rt)

Baca juga  Dua Warga Depok Positif Corona, Politikus Golkar: Prihatin Dan Jangan Cipika-cipiki Dengan Kenalan Baru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here