Pengamat: Jika Jokowi dan Ahok Saling Simpan Kartu Bisa Bahayakan Publik

0
jokowi ahok

PolitikToday – Pengamat politik, Ujang Komaruddin, mempertanyakan alasan masuknya nama mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai kandidat Kepala Badan Otoritas Ibukota Negara (IKN). Ujang lantas mengungkit status Ahok yang pernah tersandung kasus penistaan agama.

“Saya mengkritisi ya. Kita punya penduduk 250 juta. Masa nggak ada yang lain sih? Kenapa hanya Ahok?” ujarnya, Senin (9/3/2020).

Selain status Ahok sebagai narapidana kasus penodaan agama, Ujang juga menilai Indonesia masih memiliki banyak tokoh hebat.

Karena itu, Ujang menyarankan agar presiden bisa memikirkan dan memberikan kesempatan untuk tokoh lainnya dalam menyelesaikan persoalan itu.

Ujang kemudian menduga-duga alasan khusus di balik keputusan Jokowi memasukkan nama Ahok dalam kandidat kepala IKN. Dia bertanya-tanya, apakah ada kekuatan khusus yang dimiliki Ahok sehingga Jokowi tidak berkutik.

“Kita tidak tahu apakah di belakang mereka sama-sama punya kartu atau tidak. Ini kan membahayakan publik ya,” jelas Ujang.

Namun Ujang menekankan hal ini turut memantik ketidakpercayaan publik kepada Jokowi.

“Tapi pada akhirnya, akan semakin dalam ketidakpercayaan masyarakat kepada kepemimpinan Jokowi,” pungkasnya.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin sebelumnya sempat mengomentari penolakan publik terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Menurutnya, penolakan itu banyak disandarkan pada rasa kebencian.

“Kalau dia (Ahok) punya kemampuan, kalau dia punya leadership, kalau dia punya management yang bagus, kalau dia memberikan perhatian full terhadap kepercayaan amanah yang diberikan oleh Presiden untuk memimpin CEO dari IKN, kenapa mesti pakai agama apa orang-orang ini semua?” ujarnya kepada wartawan, Minggu (8/3/2020).

(rt)

Baca juga  Menyikapi Unggahan Kartunis Jepang yang Menggambarkan Jokowi Mengemis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here