Pernyataan Mahfud MD Menolak Lockdown Seperti Itali, Pengamat: Mirip Indonesia, Lelet!

0
mahfud
Menko Polhukam Mahfud MD

PolitikToday- Direktur Eksekutif Center for Social Political Economic and Law Studies (Cespels), Ubedilah Badrun mengungkap, pernyataan Mahfud MD yang sebut bahwa lockdown kurang manusiawi dan tidak efektif merupakan pernyataan yang tidak benar.

“Pernyataan Mahfud MD itu keliru, saya sedih juga seorang Menko Polhukam bicara keliru seperti ini. lockdown itu justru kebijakan untuk menyelamatkan manusia, jadi sangat manusiawi,” urai Ubedilah Badrun, Jakarta, Rabu (25/3/2020).

Malah alasan mencontoh negara Italia pun, kata analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta ini, adalah keliru.

“Logika Mahfud MD ini tidak scientifict. Menggunakan satu contoh untuk generalisasi tolak lockdown. Mengapa Mahfud MD tidak mencontoh China yang melakukan lockdown dan efektif?,” ujarnya.

Semestinya, lanjutnya, Mahfud MD mencontoh lockdown yang dilakukan oleh China yang berhasil dan jumlah positif Covid-19 menurun.

“Sepertinya saya harus memberitahu pak Mahfud dengan data yang benar. Bahwa saat China melakukan lockdown ketika total orang yang meninggal baru 25 orang, angka jumlah orang yang positif terus bertambah tinggi saat itu. Tetapi setelah diberlakukan lockdown, yang terpapar Covid-19 di China mengalami penurunan jumlah orang yang positif corona,” terangnya.

Sedangkan di Italia yang gagal, kata Ubedilah, sebab Italia baru memberlakukan lockdown disaat angkat kematian tinggi.

“Perbedaannya dengan Italia? Italia lelet, mirip Indonesia. Pemerintah Italia baru memberlakukan lockdown tanggal 11 Maret saat angka yang meninggal dunia sudah mencapai 827 orang. Sementara China mencapai angka 811 orang yang meninggal setelah dua minggu diberlakukan lockdown,” terang Ubedilah.

Untuk itu, Ubeidilah menyarankan Mahfud MD untuk membaca data keseluruhan dan jangan hanya melihat secara sempit yakni hanya mencontoh Italia.

“Mahfud MD mesti melihat data itu, jelas perbedaannya antara Italia dan China. Jangan jadikan negara yang lelet sebagai acuan apakah lockdown efektif atau tidak efektif,” tutupnya.

Baca juga  Class Action Enggal Pamukty Kepada Jokowi, Ubedilah Badrun: Pelajaran Berharga Untuk Menuntut Perkara Kemanusiaan

(hz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here