Petani Protes Pemerintah Kurangi Kuota Pupuk Subsidi Hingga 50 Persen

0
petani

PolitikToday – Sejumlah petani mendatangi DRPD Jember memprotes pengurangan pupuk subsidi sebanyak 50 persen, Senin (2/3/2020). Ada yang memakai baju dari bekas bungkus pupus sebagai bentuk protes. Selain itu, membawa tumpeng sebagai simbol ketahanan pangan.

“Hari ini, kami bersama petani menyampaikan informasi pupuk subsidi yang terjadi di Jember,” kata Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember, Jumantoro.

Jumantoro kemudian menjelaskan bahwa petani belum siap menggunakan pupuk non-subsidi. tutur dia. Sebab, harga pupuk non-subsidi jauh lebih mahal, yakni mencapai tiga kali lipat dari pupuk subsidi. Dampak kekurangan pupuk subsidi itu akan mengurangi jumlah produksi panen padi tahun ini. Selain itu, kesejahteraan petani juga akan menurun.

“Alasan pupuk tersebut dikurangi karena dialihkan ke luar pulau Jawa,” tutur dia.

Jumantoro menyesalkan kebijakan pemerintaj tersebut. Padahal, Jawa merupakan lumbung padi nasional, tapi pupuk subsidinya dikurangi.

Tahun 2019 lalu, Jember mendapat alokasi pupuk subsidi urea sebanyak 90.000 ton. Namun, tahun 2020 dikurangi menjadi 49.000 ton. Begitu juga dengan pupuk ZA, tahun 2019 dijatah sebanyak 40.000 ton, namun tahun 2020 hanya diberi 18.000 ton.

Petani ingin menyampaikan hal itu pada Komisi B DPRD Jember. Namun, dua kali mereka menggelar Rapat Dengar Pendapat, Dinas Pertanian tidak pernah hadir. “Dinas terkait tidak datang, Rabu kami akan datangi ke dinas,” tutur dia. Bila tidak ditemui, petani mengancam akan turun ke jalan melakukan aksi demonstrasi. Baca juga: Kompleks Ruko Jompo Jember Ambruk, 3.000 Pelanggan PDAM Terdampak

Terkait, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Kasiyan Timur Hendro Saputro menambahkan kelangkaan pupuk subsidi sudah terjadi di Kecamatan Puger.

“Kuota ada, tapi terjadi kelangkaan di lapangan. Setelah saya telusuri ada alokasi yang diatur oleh Dinas Pertanian,” imbuhnya.

Baca juga  Jangan Sampai Petani Menjerit Kehilangan Pupuk Subsidi

Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Jember Arismaya Parahita mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti keluhan para petani tersebut.

“Kami akan koordinasi dengan dinas terkait untik alokasi pupuk yang ada sesuai kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

(rt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here