Pimpinan Badan Otorita Ibu Kota Baru, Legislator Kaltim: Jangan Timbulkan Kesenjangan Sosial Dan Budaya Baru

0
Anggota Fraksi Demokrat DPR RI Irwan Kaltim

PolitikToday– Anggota Komisi V DPR RI asal Kalimantan Timur (Kaltim), Irwansyah tidak bisa mencampuri kewenangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih calon kepala badan otorita untuk mempersiapkan Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara, Kaltim sebagai Ibu Kota Negara (IKN) baru. Namun, dia meminta agar Jokowi mau mendengarkan aspirasi masyarakat Kaltim untuk dilibatkan dalam unsur pimpinan badan otorita.

“Saya menghargai otoritas presiden untuk membentuk badan otorita itu, kemudian memilih calon kepala badan otorita. Tapi Pak Jokowi juga harus arif dan bijaksana, artinya memperhatikan aspirasi masyarakat Kaltim, yang mana di dalam badan otorita itu juga masuk dalam unsur pimpinan, karena yang memahami karakteristik, wilayah, geografis, kemudian sosial budaya masyarakat, ya tentunya pemimpin-pemimpin yang ada di Kaltim,” terang Iwan, Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Legislator dari Partai Demokrat menilai keempat calon kepala badan otorita yang sudah dipilih presiden memiliki kompetensi masing-masing dan kapasitas cukup.

“Kita enggak mungkin juga menolak, karena keempat itu punya kompetensi, punya kapabilitas untuk melaksanakan perintah presiden,” katanya.

Namun demikian, Ketua Departemen ESDM Partai Demokrat, mengungkapkan bahwa Kaltim pun tidak kekurangan figur pemimpin yang layak masuk di unsur pimpinan badan otorita IKN, seperti sosok Isran Noor dan juga kepala daerah setingkat bupati lainnya di Kaltim.

“Ya putera-puteri terbaik Kaltim kan banyak, ya kalau kayak Pak Ahok, Bambang, ya saya juga bisa lah, saya juga punya kompetensi di tata ruang, di lingkungan. Artinya level wakil (badan otorita IKN), harusnya bisa yah (diisi putera-puteri Kaltim),” terangnya.

Lebih lanjut, Iwan menambahkan, siapapun yang nanti dipilih sebagai Kepala Badan Otorita IKN mesti memperhatikan karakteristik wilayah Kaltim, memerhatikan sosial budaya dan SDM di Kaltim dan tidak melupakan bahwa IKN baru nantinya adalah Kaltim.

Baca juga  Virus Corona, PKS: Kebijakan Jokowi Bikin Bingung Pemda

“Jangan sampai menimbulkan kesenjangan sosial baru, kesenjangan budaya baru, kemudian kesenjangan antara miskin-kaya. Dan harapan saya, siapapun kepala badan otorita bisa membuat sebuah IKN yang sesuai dengan visinya. Smart, sustainable, green, dan tepat waktu ya. Jangan molor,” tutupnya.

(hz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here