Puan Maharani ‘Kehilangan’ Air Mata Membela Wong Cilik Saat Pandemik Covid-19

0
puan maharani
Ketua DPR RI Puan Maharani

Puan Maharani selaku ketua DPR RI hanya mampu mengeluarkan himbauan terkait mitigasi Covid-19 kepada rakyat. Tidak berani memanggil Presiden Jokowi untuk mempertanyakan langkah konkrit menyelamatkan rakyat.

Tentu ini menjadi pertanyaan, PDI Perjuangan tidak lagi menjadi partai wong cilik? Atau sekarang telah berubah menjadi patai wong besar. Karena sibuk mengurus bagaimana Draf UU Omnibus Law menjadi UU.

Sebelumnya, politisi PDIP begitu terkenal dengan aksi menolak semua yang memberatkan rakyat. Demo berjilid-jilid menolak kenaikan BBM dilakukan oleh politisi PDIP, ketika berada di luar pemerintahan alias oposisi.

Sampai dengan aksi tetesan air mata Puan Maharani menolak kenaikan BBM. Ini semua adalah sejarah keberpihan Puan Maharani selaku politikus PDIP terhadap kawulo cilik.

Tapi saat ini, ketika dihadapkan dengan pandemik Covid-19. Puan Maharani hanya mampu mengeluarkan himbauan. Tidak berpihak lugas lagi kepada wong cilik dengan memanggil Presiden meminta penjelasan melindungi rakyat.

Atau dengan lantang melalui ketuk palu Puan Maharani mengeluarkan hak angket. Dimana Jokowi selaku kepala Pemerintahan lamban mengeluarkan kebijakan mitigasi Covid-19 melindungi nasib kawolo cilik.

Mungkin ini hanya mimpi. Bila ditelisik saat ini, Puan Maharani dan PDIP malah lebih nampak berpihak menyelamatkan kolega sendiri. Mencoba ikut irama Jokowi dengan ikut mengeluarkan himbauan demi himbauan.

Kasus besar Harun Masiku, Puan Maharani memilih diam. Kasus Jiwasraya pun, Puan Maharani memilih memuluskan Panja ketimbang Pansus.

Dan tentu, membaca saat ini, Puan Maharani tidak lagi memiliki lagi senjata air mata membela wong cilik. Mendesak Presiden Jokowi melakukan karantina terbatas untuk beberapa wilayah dengan mempersiapkan bahan logistic cukup. Sebagaimana dulu ampuh mengeluarkan air mata membela nasib wong cilik karena terdampak kenaikan BBM.

Baca juga  Karena Covid-19, PKS Usulkan Pilkada Serentak Ditunda!

Sebab pandemik Covid-19, yang paling menderita adalah kawolo cilik, bukan elit. Kawulo cilik tidak memiliki banyak uang untuk memborong kebutuhan hidup. Tidak cukup uang untuk bisa membeli masker yang bagus dan mahal.

Dan sampai saat ini pun Puan Maharani memilih mingkem dengan memegang tampuk ketua DPR RI dari kepercayaan wong cilik yang makin menderita.

Oleh: Andiko Samosir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here