Ridwan Kamil Sindir Orang Kaya Borong Masker, Risma Blak-Blakan Akui Timbun Masker

0
ridwan kamil dan risma

PolitikToday – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menanggapi aksi masyarakat yang melakukan pembelian barang kesehatan dan sembako secara berlebihan (panic buying) pasca diumumkannya korban positif virus corona (Covid-19) di Indonesia.

Ridwan menilai, mayoritas masyarakat yang memborong barang kesehatan dan sembako berasal dari kalangan menengah atas.

“Kebanyakan yang saya monitor yang beli-beli itu menengah atas, dan paniknya itu di supermarket mahal,” kata Ridwan di Kantor Bappenas, Jakarta, Rabu (4/3).

Ridwan menyayangkan perilaku yang dianggapnya tidak berempati kepada pihak yang lebih membutuhkan. Ridwan juga menghimbau masyarakat untuk tidak lagi melakukan panic buying.

“Justru orang kaya ini menurut saya harus lebih empati,” ungkapnya.

“Jangan panic buying sembako, karena supply dan demand masih aman. Jika ibu kota sudah diisolasi, maka isu supply dan demand sembako itu baru jadi masalah,” lanjutnya.

Berbeda dengan Ridwan Kamil, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini blak-blakan mengaku telah menimbun masker sejak bulan Januari lalu.

“Sejak Januari saya sudah nimbun (masker),” kata Risma, saat meninjau Tropical Disease Center, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur, Selasa (3/3).

Wali kota perempuan pertama di Surabaya tersebut mengatakan penimbunan masker tersebut telah dilakukannya semenjak corona pertama kali mewabah di Wuhan, China.

Namun hal itu tak diungkapkannya di depan publik. Risma mengaku tak ingin warganya panik dengan langkah antisipasi yang dilakukannya.

Lebih lanjut jika kondisi memburuk, maka Pemerintah Kota Surabaya pun bakal membagikan masker tersebut ke pada seluruh masyarakat Surabaya.

“Jadi nanti kalau harus dikeluarkan, kita keluarkan. Tapi itu kita nimbun sejak awal. Kita ada kejadian di Wuhan itu saya stok barang. Dinas Kesehatan sudah punya,” ucapnya.

Baca juga  Ridwan Kamil Yakin Kasus Corona di Indonesia Sebenarnya Berlipat-lipat dari Data yang Ada

“Tapi saya nggak ngomong supaya warga enggak panik. Karena kalau saya ngomong, nanti panik warga,” katanya.

(bs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here