Serangan Buzzer Terhadap Tokoh Yang Kritis, Pengamat: Pemerintah Mementingkan Influencer Ketimbang Memperbaiki Keadaan

0
buzzer politik

PolitikToday- Kritik dari tokoh yang kritis terhadap pemerintah menjadi sasaran serang oleh buzzer, seolah mengkonfirmasi besarnya anggaran untuk influencer yang mencapai Rp. 72 miliar beberapa waktu silam.

Hal ini menurut pengamat politik dari Universitas Telkom, Dedi Kurnia Syah pihak pemerintah lebih mementingkan influencer ketimbang memperbaiki keadaan.

“Bukan tidak mungkin jika pemerintah anggarkan biaya khusus untuk influencer, inilah masalah pemerintah saat ini, lebih berpihak pada influencer dibanding dengan memperbaiki situasi,” kata Dedi Kurnia Syah, Jakarta, Rabu (25/3/2020).

Dedi mencontohkan tokoh senior seperti Rizal Ramli dan Fadli Zon yang kritis dengan tujuan mengingatkan pemerintah justru mendapat serangan udara dari akun-akun buzzer di media sosial. Sebut saja akun @FirzaHusain yang meminta pemerintah melockdown RR dan Fadli Zon.

Apesnya, narasi yang serangan oleh akun buzzer memiliki kemiripan dengan pernyataan Jurubicara Presiden, Fadjroel Rachman.

Sebelumnya, Fadjroel Rachman sempat mengeluarkan statemen keras terhadap pihak-pihak yang kritis terhadap pemerintah. Dia menyebut pihak-pihak yang kritis ke permintaan sebagai pecundang politik.

Menurut Dedi Kurnia Syah, hal itu malah memperkuat dugaan masyarakat bahwa pemerintah memelihara buzzer politik untuk membungkam pihak-pihak yang kritis terhadap pemerintah.

“Tentu saja, terutama menghalau informasi yang ditujukan terkait wabah corona. Itulah mengapa kondisi negara ini sulit teratasi karena setiap hal lebih sering melibatkan peran influencer dibanding keterbukaan,” terangnya.

(hz)

Baca juga  Persatuan Pergerakan: Rizal Ramli Bisa Jadi Alternatif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here