Setelah Virus Corona Landa Indonesia, Pemerintah Bisa Berbuat Apa?

0
corona

Isu Virus Corona melanda tanah air. Dua warga Depok, Jawa Barat harus diamankan untuk dibawa ke salah satu rumah Sakit di Jakarta Utara. Hampir semua media massa memberitakan virus mematikan tersebut. Berita Jiwasraya, BPJS, Omnibus Law dan tersangka buronan korupsi Harun Masiku jadi terbenam tak tersentuh oleh media.

Padahal, virus Corona sudah lama diketahui menyerang Indonesia tanpa terpublikasi oleh pemerintah. Entah disembunyikan oleh pemerintah atau memang kehabisan amunisi untuk menutupi kasus besar lainya seperti yang disebutkan di atas. Sebanyak 50 negara sudah lebih awal menyatakan warga mereka sudah terjangkit virus yang berasal dari Cina ini.

Sudah banyak warganya menjadi korban. Bahkan hampir ribuan jiwa tidak terselamatkan. Ibarat pepatah orang dulu mengatakan, sepintar-pintar menyembunyikan bangkai, bakal tercium jua ke luar. Ungkap ini pantas disematkan ke pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. Pemerintah yang sudah mengetahui isu ini bakal menyerang Indonesia seharusnya bersiap-siap dengan mengedepankan peralatan guna mengantisipasi tidak meluasnya virus ini ke tanah air.

Ibarat ungkapan lainya, sedia payung sebelum hujan. Tapi nyatanya pemerintah tidak melakukan hal ini sebelum virus ini datang jua. Tiba-tiba warga jadi Panik. Outbreak pun tak terelakan. Penyerbuan supermarket telah terjadi di tengah-tengah masyarakat. Masker semakin susah didapat karena banyak yang menyembunyikan guna mendapatkan harga tinggi bagi yang membutuhkan.

Perekonomian (amit-amit) semakin terperosok. Karena tidak ada orang keluar dari rumah karena takut terserang virus corona. Banyak yang membeli kebutuhan rumah menyetok di rumah mereka. Seperti yang terjadi di Wuhan Cina beberapa waktu lalu paska maraknya virus corona menyerang tirai bambu tersebut. Akibatnya aktivitas sosial mandeg. Perdagangan terhambat.

Perekonomian bergerak lamban, lesu, dan bahkan mandeg. Dalam kaitan ini ribuan buzzer diturunkan, dengan bayaran triliunan sekalipun, meredam kepanikan dan menjagai kegiatan perekonomian tetap hidup seperti biasa, menjadi pekerjaan yang sia-sia. Pemerintah hanya bisa saling menyalahkan pihak.

Baca juga  Covid-19, Said Didu: Gawat ! Jokowi Bakalan Tambah Utang Jadi Rp. 7.500 T

Belum kelar masalah BPJS kesehatan, kini warga dibuat bingung bahkan lebih puyeng lagi memikirkan biaya yang harus dikeluarkan apabila ada salah satu keluarganya terserang virus ini.

Apa pemerintah mau membiayai sampai sembuh? Hanya satu doa saya hari ini, agar pemerintah kita membuka mata, telinga agar mendengarkan keluh kesah masyarakatnya agar ke depannya tidak adalagi masalah seperti ini menutupi masalah besar yang bisa merugikan negara.

Tuntaskan masalah Jiwasraya, tangkap Harun Masikun, dan selesaikan masalah korupsi yang ada di Instansi BPJS agar masyarakat tidak semakin panic menghadapi masalah lainya seperti virus corona.

Oleh, Jhon Travolta

Masyarakat Madani Demokrasi Indonesia 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here