Tersangka Suap MA Nurhadi Masih Buron, Pengamat: KPK Mempunyai Kelemahan

0
KPK: Duit Rp 700 Juta yang Dikembalikan Pengurus Golkar Diduga Terkait Pendanaan Partai
Gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang masih dalam pengerjaan berdiri megah di Jalan HR Rasuna Said Kav C1, Kuningan, Jakarta, Senin (16/11). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak)

PolitikToday- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum mampu menangkap Nurhadi, tersangka suap dan gratifikasi perkara di Mahkamah Agung (MA) sampai saat ini. KPK diminta mesti melibatkan aparat kepolisian untuk menangkap tersangka suap dan gratifikasi guna menutupi kelemahan.

Pengamat Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Muhtar Said, mendorong KPK tidak sendirian menangkap Nurhadi.

“KPK juga mempunyai kelemahan, tidak mampu membaca situasi sehingga tidak melalukan tindakan sejak dini. KPK harus mulai melakukan kordinasi dengan pihak pihak terkait, seperti Polri untuk membantu mencari Nurhadi karena Polri mempunyai perangkat sampai ke bawah,” kata Said, Jakarta, Senin (2/3/2020).

Alasan Said, Korupsi adalah musuh negara, sehingga penegakan hukum terkait kasus korupsi adalah tanggung jawab semua elemen pemerintah, termasuk aparatur Polisi.

Said juga menambahkan, sebaiknya KPK juga berkoordinasi dengan pihak Kementerian Hukum dan HAM khususnya Imigrasi untuk melakukan pencekalan agar para tersangka suap perkara di MA itu agar tidak kabur ke luar negeri.

Diketahui, Nurhadi merupakan mantan Sekretaris MA 2011-2016 yang ditetapkan sebagai tersangka bersama dua orang lainnya yakni menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono (RHE) dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT), Hiendra Soenjoto (HS) dalam kasus suap dan gratifikasi perkara di MA tahun 2011-2016.

Nurhadi melalui Rezky diduga telah menerima janji dalam bentuk sembilan lembar cek dari PT MIT serta suap atau gratifikasi dengan total Rp 46 miliar untuk sebuah penanganan perkara peninjauan Kembali (PK).

(hz)

Baca juga  Kasus PAW, PERADI: Bidikkan KPK Gagal, OTT Hasto Kristiyanto di Markas PTIK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here