Tetap Ingin Presidential Threshold 20 Persen, Ketua DPP Partai NasDem: Baca Dulu Teori Politik Dan Teori Demokrasi

0
Ketua DPP NasDem Willy Aditya

PolitikToday- Munculnya tanggapan tingginya ambang batas pencalonan presiden atau Presidential Threshold (PT) dapat memicu otoritarianisme partai politik, dinilai tidak relevan.

Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya mengomentari bahwa PT 20 persen tidak mengarah kepada otoritarianisme dalam teori politik dan demokrasi.

“Nasdem tetap 20 persen (PT). Apa sih otoritarianisme politik itu? Jangan kemudian gebyah uyah (menyamaratakan) lah. Baca dulu teori politiknya, teori demokrasinya. Demokrasi itu separation of power (pemisahan kekuasaan), daulat rakyat, kalau dia (presidential threshold) 20 persen itu sebuah mekanisme namanya,” kata Willy Aditya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/3/2020).

“Otoritarian melahirkan orang yang untestable (tidak bisa diuji), enggak melalui mekanisme pemilihan, gitu dong ah,” tambahnya.

Wakil Ketua Badan Legislatif (Baleg) DPR RI ini menjelaskan, dalam suatu sistem presidensial memerlukan basis di parlemen dan partai politik yang akan mengajukan ambang batas tersebut.

Menurutnya, tidak relevan dan cenderung tidak relevan jika tingginya ambang batas presiden memicu otoritarianisme parpol.

“Harus kita pahami, pemerintahan yang terbentuk itu memiliki basis kekuatan di DPR. Ini kan presidensial, ketika dia tidak memiliki basis di DPR, bagaimana hubungan relasi antara eksekutif dan legislatif? Ini orang cara berpikir yang gebyah uyah,” ungkapnya.

(hz)

Baca juga  Suami Istri Ditangkap KPK, Ini Fakta Bupati Kutai Timur Yang Terjaring OTT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here