Tetapkan Status Siaga Darurat Corona, Papua Tutup Akses Penerbangan dan Pelayaran

0
lukas enembe

PolitikToday – Usai menetapkan status siaga darurat virus corona 17 Maret lalu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua juga resmi menutup akses jalur penerbangan dan pelayaran per 26 Maret hingga 9 April 2020 mendatang guna mencegah penyebaran virus corona.

“Namun untuk angkutan barang dan bahan makanan tetap akan dibuka,” kata Gubernur Papua, Lukas Enembe, Selasa (24/3).

Enembe menolak jika penutupan akses penerbangan dan pelayaran itu disebut dengan lockdown. Dia juga tidak menutup kemungkinan penutupan itu akan diperpanjang bila terjadi peningkatan kasus.

Penutupan jalur penerbangan dan pelayaran ke Papua telah disepakati dalam rapat penanganan dan pencegahan Covid-19 yang digelar Lukas Enembe dan sejumlah pemimpin daerah lain.

Lukas dalam rapat itu sekaligus menyusun sejumlah langkah taktis yang akan diambil Pemprov Papua dalam menangani wabah pandemi global tersebut.

“Penutupan penerbangan dan pelayaran kapal penumpang di pintu-pintu masuk wilayah Papua, yaitu bandar udara, pelabuhan laut dan pos lintas batas darat negara (PLBN),” demikian salah satu poin hasil rapat.

Selain itu, pihaknya juga akan menerapkan jadwal pemenuhan kebutuhan pokok bagi warga selama masa Siaga Darurat corona di Papua. Jadwal pemenuhan kebutuhan pokok itu akan dibatasi mulai pukul 06.00 WIT sampai dengan 14.00 WIT.

“Khusus pasar mama-mama Papua mulai jam 16.00 sampai dengan pukul 20.00,” ujar Lukas.

Pemrov Papua kini juga sudah membentuk Tim Pengamanan dan Hukum Satgas Covid-19 Provinsi Papua. Satgas tersebut nantinya akan membatasi aktivitas warga yang membandel beraktivitas di luar rumah.

Nantinya Tim Satgas akan mengambil langkah tegas untuk mendisiplinkan warga agar menaati himbauan pemerintah dalam melakukan social distancing.

Status Siaga Darurat akibat wabah Corona di Papua sebelumnya diputuskan Lukas Enembe lewat Surat Pernyataan Gubernur Papua Nomor 440/3235/SET tertenggal 17 Maret lalu. Penetapan status itu dimulai sejak tanggal dikeluarkannya surat hingga 17 April mendatang.

Baca juga  Belum Mempunyai Kajian yang Mumpuni, Pengamat UI Sebut New Normal Berpotensi Gagal

Status Siaga Darurat itu kata Lukas bisa menjadi Tanggap Darurat seiring meningkatnya jumlah ODP, PDP, dan pasien positif corona di Papua.

(bs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here