Corona Mengintai Rakyat, Fraksi Nasdem DPR Malah Kebelet Bahas Omnibus Law

0
saan mustofa surya paloh

Di tengah perang melawan pandemi virus Corona, Fraksi Nasdem DPR malah kebelet mau bahas omnibus law, utamanya RUU Cipta Kerja. Padahal, jauh sebelum pandemi corona, omnibus law sudah memancing kontroversi publik.

Gugatan publik, puluhan ribu sms dan WA sebagai protes digital, tidak menyurutka niat kader-kader Nasdem di DPR untuk menunda pembahasan tidak mereka dengar. Sekretaris Fraksi NasDem Saan Mustopa misalnya, menyebut pembahasan omnibus law harus segera dimulai agar jika ancaman virus Corona berlalu, Indonesia sudah siap untuk memulihkan ekonomi yang terpuruk karena perangkat aturan yang memudahkan investasi sudah tersedia. Wakil Ketua Baleg DPR dari Fraksi Nasdem, Willy Aditya juga menyatakan dukungannya atas pembahasa omnibus law.

Fraksi Nasdem DPR seakan-akan lupa bahwa melindungi keselamatan warga negara merupakan tugas konstitusional. Tuga ini jauh lebih mendesak untuk diselesaikan saat ini ketimbang beberapa RUU omnibus law.  DPR, sebagai institusi yang secara formal mewakili rakyat, semestinya lebih memusatkan perhatian pada masalah pandemic corona ini.

Aktivitas ekonomi dan investasi tidak lantas berhenti karena omnibus law belum disahkan. Masih bisa memakai aturan lama. Namun, aktivitas ekonomi dan investasi tidak akan lancar jika warga negaranya sakit dan tengah sibuk memerangi penyakit. Jika penyebaran Covid-19 tidak mampu dihentikan secepatnya, aktivitas ekonomi dan investasi akan semakin terganggu.

Alasan omnibus law dibutuhkan agar Indonesia siap menampung investasi begitu wabah Corona berlalu juga tidak logis. Perekonomian yang mati masih bisa dihidupkan. Tetapi bagaimana bila warga negara yang mati?

Di tengah situasi darurat seperti sekarang, mengapa semangat anggota Dewan demikian menggebu-gebu dalam membahas omnibus law? Bukankah mengatasi invasi Corona merupakan tugas yang lebih mendesak dan penting untuk segera diselesaikan? Bukankah menyelamatkan jiwa warga negara lebih penting dan mendesak daripada sibuk menenun karpet merah untuk investor, yang waktunya dapat diundurkan hingga semua kegentingan ini selesai dituntaskan.

Baca juga  Ngotot Bahas Omnibus Law di Tengah Pandemi Corona, Restorasi Nasdem “Keblinger” Lagi?

Yang tampak sesungguhnya Fraksi Nasdem DPR sedang memainkan aji mumpung, sedang memancing ikan besar di air keruh. Mereka berpikir persetujuan pasal-pasal di dalam rancangan dapat lolos dari DPR tanpa ada gangguan dari masyarakat terhadap pembahasan RUU omnibus law karena masyarakat sibuk mengurus kesehatan masing-masing.  Saya sungguh tidak habis pikir kok anggota DPR bisa begitu.

Fraksi Nasdem DPR seyogyanya ingat kembali bahwa penyatuan segenap sumberdaya diperlukan untuk mengatasi kedaruratan kesehatan ini. Pemerintah dengan tugas dan kewajibannya. Begitu pula dengan Fraksi Nasdem DPR, dan DPR secara keseluruhan. Mereka harus berperan lebih, melakukan fungsi check and balances. Bukan hanya mendukung membabi buta apapun yang diputuskan pemerintah.

Kapankah ancaman virus Corona ini mampu kita patahkan jika perhatian dan pengerahan sumber daya kita terpecah?

Oleh: Bagas Saputra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here