Disebut Merencanakan Penjarahan di Pulau Jawa, Anarko: Polisi Mengada-ada

0
anarko

PolitikToday – Aparat Kepolisian mengaku akan ada perusakan dan penjarahan di Pulau Jawa yang dilakukan kelompok Anarko pada medio April mendatang. Informasi ini didapatkan aparat kepolisian dari hasil pengungkapan kasus vandalisme yang terjadi di Tangerang dan Banten.

Sejauh ini, ada lima pelaku yang dianggap merupakan bagian dari kelompok Anarko yang melakukan aksi corat-coret yang salah satu tulisannya ‘Sudah Krisis Saatnya Membakar’.

Salah seorang koordinator kelompok Anarko, Dewi mengaku tak terima dengan tuduhan yang disampaikan polisi. Dia menganggap polisi hanya mengada-ada.

“Tuduhan polisi itu jadinya kayak mengada-ada. Masak iya di tengah pandemi Covid-19 kami melakukan itu, tidak mungkinlah,” kata dia.

Dewi menegaskan, tak mungkin kelompok Anarko merancang aksi penjarahan seperti yang dituduhkan aparat kepolisian.

“Dan ajakan itu mustahil terjadi di tengah situasi seperti ini,” katanya.

Menurut dia, masyarakat cukup rasional dan tak mudah terprovokasi isu seperti itu.

“Buktinya apa? dasarnya apa provokasi itu dari Anarko? Masa keterangan dari anak pelajar, apa itu bisa dijadikan keterangan. Lagipula bukti-bukti yang ditemukan polisi itu kan bukan agitasi dan propaganda. Orang waras mana yang mau disuruh sama anak kecil, pelajar untuk menjarah,” ujarnya.

Dewi menuturkan, dalam situasi seperti sekarang, orang justru takut dengan kerumunan, karena wabah virus corona. Jadi menurutnya, tuduhan polisi kepada kelompok Anarko tak punya dasar. Ia juga membantah kelima remaja yang ditangkap itu bukan dari kelompok Anarko. Mereka cuma remaja yang iseng dan melakukan kenakalan di tengah situasi darurat kesehatan seperti sekarang, katanya.

“Kami juga bingung, anak-anak itu siapa. Anarko itu kan gak punya organisasi dan siapapun bisa pakai anak itu.”

(bs)

Baca juga  Nasib 57 WNI Kapal Grand Princess, Retno Marsudi: Sedang Mengamati Perkembangan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here