Efektifkah PSBB Dilaksanakan Dalam waktu 14 Hari? Bukan Karena Ego Politik Kan?

0
jakarta

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sudah mulai dilaksanakan di DKI Jakarta. Hal ini salah satu bentuk istiqomah kita dalam memutus mata rantai wabah virus corona (Covid-19).

Pun demikian, kebijakan PSBB dianggap bukan solusi terbaik untuk melawan virus berbahaya ini. Terkhusus bagi mereka yang berdomisili di ibu kota Negara Jakarta. Bukan cara tepat bila PSBB tidak serentak dilakukan oleh daerah lainya. Terlebih wilayah yang bertetanggaan dari Jakarta.

Ke-efektifitas-an PSBB diragukan banyak pihak. Tak sedikit yang menilai PSBB sebagai upaya pemerintah pusat lepas tanggung jawab ke pemerintah daerah. Padahal pemerintah daerah lebih mengedepankan karantina wilayah dibanding PSBB.

Hal ini bisa dilihat dari pemberlakuan lockdown local yang dilakukan pemda Solo, Tegal dan Jogya. Hasilnya, wilayah ini benar-benar bisa bebas dari wabah corona.  Sedangkan pemerintah Daerah DKI Jakarta yang berada di pusat pemerintahan pusat dilarang menerapkan lockdown karena wilayah kerjanya sama dengan pemerintah pusat.

Sebagai orang awam, apa yang dilakukan pemerintah pusat terhadap Gubernur DKI Jakarta merupakan sentimental Presiden kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Lagi-lagi masih egois politik. Bukan memikirkan rakyat tapi mikirkan kelompok masing-masing dalam bersaing memutuskan kebijakan. Anies Baswedan baru mengeluarkan Peraturan Gubernur (pergub) setelah mendapat restu dari Presiden.

Sedangkan daerah lain tidak demikian. Bertindak tanpa diintervensi oleh pemerintah pusat. Terbatas birokrasi dari izin Presiden. Apalagi sekarang masyarakat tidak boleh mengkritik Presiden. Benar gak?

Padahal, rakyat yang terjangkit terus bertambah jika kebijakan Sosial Distancing dan Physical Distancing  belum juga dilaksanakan. Mau tidak mau tentu Anies Baswedan tetap mengikuti kebijakan PSBB meski dinilai tidak efektif. Keputusan ini diambil semata-mata ingin menyelamatkan masyarakat dari wabah berbahaya ketimbang harus perang ego.

Baca juga  Keluhkan Dana Bagi Hasil Pusat yang Belum Cair, Anies: Itu Sangat Dibutuhkan Dalam Penanganan Covid-19

Pergub yang dikeluarkan ini nantinya akan menjadi panduan penerapan PSBB selama 14 hari ke depan, terhitung pemberlakuan PSBB yang akan dilakukan sejak Jumat (10/4) per pukul 00.00 WIB. Status PSBB itu berlaku selama masa inkubasi terpanjang, yakni 14 hari. Nantinya, kebijakan tersebut bisa diperpanjang kembali jika masih ditemukan penyebaran virus corona.

Oleh, Yoyo Tuna

Pegiat sekaligus Anggota Rakyat Madani Demokrasi Indonesia 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here