Kritik Bantuan Presiden, Fadli Zon: Enggak Perlu Pakai Logo Pencitraan

0
tas presidena

Politik Today – Paket bantuan sembako dari pemerintah pusat untuk warga yang terdampak virus corona atau COVID-19 diakui terhambat lantaran tas yang bertuliskan bantuan Presiden RI habis. Padahal Menteri Sosial Juliari Batubara menyampaikan jika paket sembako sudah tersedia.

Anggota DPR RI dari Partai Gerindra, Fadli Zon menganggap bantuan untuk rakyat seharusnya tidak perlu menggunakan logo. Sebab yang diinginkan oleh masyarakat saat ini adalah bantuan sembako bukan tas dengan logo bantuan Presiden RI.

“Ini bansos (bantuan sosial) atau banpres (bantuan presiden)? Zaman sudah berubah harusnya enggak perlu pakai logo untuk pencitraan. Toh uang rakyat kembali ke rakyat. Bukan uang pribadi Presiden. Saya yakin rakyat tak butuh tas berlogo “banpres” tapi isinya,” tulis Fadli Zon pada twitternya, Kamis, 30 April 2020.

Tas yang seharusnya untuk menampung paket sembako itu bertuliskan Bantuan Presiden RI dengan warna merah dan tulisan Bersama Lawan COVID-19 dengan warna hitam. Diatas tulisan itu terdapat logo Presiden Republik Indonesia dan terdapat juga enam imbauan untuk masyarakat.

Mensos, Juliari menyampaikan jika tas tersebut terhambat pembuatannya karena pemasok kesulitan mendapatkan bahan baku yang biasanya di import. Tetapi ia memastikan jika saat ini kantong sudah siap dan bantuan akan kembali diberikan.

“Awalnya ya karena ternyata pemasok-pemasok sebelumnya kesulitan bahan baku yang harus import. Sekarang supply kantong sudah lancar,” kata Juliari, Kamis 30 April 2020.

Sebelumnya, Fadli Zon mengkritik cara yang dilakukan Presiden Jokowi dalam membagi-bagikan sembako di pinggir jalan. Padahal, pemerintah sudah menetapkan PSBB di sejumlah daerah agar tidak terjadi kerumunan.

“Pak @jokowi yth. Membagi sembako di jalanan sangat bertentangan dengan prinsip PSBB dan bisa membahayakan mereka yang berebutan. Biarlah tugas membagi-bagi ini cukup dilakukan oleh RT dan RW agar merata dan lebih beradab. Bapak bisa memikirkan kebijakan-kebijakan yang lebih strategis. Terima kasih,” tulisnya.

Baca juga  RUU Ciptaker, Akademisi: Langgar Asas Keterbukaan

 

(YR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here