Mahfud Komunikasi via WA Dengan Napi Koruptor, Pengamat: Kok Bisa?

0
Mahfud MD: Hakim Tidak Adil dan Korupsi Bisa Dipenjara
Menkopolhukam Mahfud MD

PolitikToday – Pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One Selasa malam (7/4) bertajuk “Corona: Badai Semakin Kencang” mendapat banyak sorotan.

Dalam acara itu, Mahfud menceritakan keluhan napi koruptor yang tidak ikut dibebaskan dalam program asimilasi dan integrasi. Percakapan tersebut diakui Mahfud terjalin melalui pesan WhatsApp.

Menanggapi hal itu, Direktur Grapesda Kalimantan, Arie Yannur melalui akun Twitter pribadi @ArieY_Official, menyoroti jalinan komunikasi Mahfud dengan sang napi. Pasalnya Permenkumham 6/2013 tentang Tatib Lapas dan Rutan dengan tegas melarang napi membawa alat elektronik.

Hal itu tertera dalam pasal 4 huruf j Permenkumham 6/2013 yang berbunyi, setiap narapidana atau tahanan dilarang memiliki, membawa dan/atau menggunakan alat elektronik, seperti laptop atau komputer, kamera, alat perekam, telepon genggam, pager, dan sejenisnya.

“Ini fakta, kok bisa seorang yang di penjara membawa HP bahkan komunikasi via WA dengan Menkopolhukam,” tanyanya, Rabu (8/4).

Dia menilai, sang napi bisa saja dihukum lebih berat lantaran larangan di permenkumham dilanggar. Tapi yang dihukum seharusnya bukan hanya napi dan kalapas yang teledor, tapi juga Menko Polhukam yang terang-terangan melakukan pembiaran.

Lebih lanjut, Arie Yannur menilai sang koruptor yang menghubungi Mahfud adalah orang hebat. Sebab bisa menghubungi orang yang bertugas mengkoordinasi Panglima TNI, Kapolri, Mendagri, Jaksa Agung, hingga Menkumham.

“Hebat ini koruptor bisa WA dengan jajaran paling tinggi sekelas Menko. Dapat dari mana itu nomor dan Pak Menko simpan juga kontak si koruptor. Aneh,” tutupnya.

(bs)

Baca juga  Romi Sudah Jadi Tersangka, Cak Imin Berikutnya?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here