RI Berencana Longgarkan PSBB, Ini Peringatan WHO

0
PSBB

Politik Today – Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Indonesia N. Paranietharan menyampaikan sejumlah catatan terkait rencana menjadikan DKI Jakarta sebagai percontohan new normal di tengah pandemi Covid-19 di Indonesia yang belum berakhir.

Menurut Paranietharan, pemerintah harus memperkuat keandalan data jika pemerintah ingin melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Ia mengingatkan, negara-negara di dunia termasuk Indonesia saat ini dihadapkan dengan situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Apa yang diperlukan Jakarta saat ini adalah membuat data semakin reliabel dari sebelumnya,” ujarnya, Kamis (21/5/20).

Penerapan protokol yang ketat dan deteksi virus menjadi syarat mutlak kehidupan baru. Hal ini bisa dilakukan dengan pemeriksaan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR).

Ia menegaskan, pengujian spesimen yang dilakukan lebih cepat membuat banyak nyawa orang yang terinfeksi virus bisa diselamatkan. Sejalan dengan itu, pemerintah juga wajib melacak identifikasi kontak orang-orang yang terpapar.

Pemerintah pusat dan daerah, menurutnya juga harus mendorong masyarakat untuk lebih tertib menjalankan protokol kesehatan. Selain itu, menjaga jarak fisik dalam jangka waktu yang panjang juga perlu diterapkan.

“Jika kita memiliki setidaknya 80% orang yang disiplin cuci tangan, menggunakan masker yang dapat digunakan kembali, dan menjaga jarak fisik, maka kita dapat menurunkan angka reproduksi virus ke bawah 1,” bebernya.

Pada kesempatan yang sama, Tim Pakar Modeling Gugus Tugas Covid-19 dr. Panji Fortuna Hadisoemarto, menekankan hal senada. Dia bilang, penerapan new normal tidak bisa terjadi tanpa akurasi data yang tepat.

“Saya pikir yang perlu digarisbawahi adalah membuka ekonomi harus didasari perhitungan-perhitungan yang mewakili penyebaran virus, bagaimana kondisi yang sedang terjadi saat ini, bukan hanya pertimbangan yang sifatnya feeling,” tegas Panji.

Baca juga  Semangat Kebangkitan Nasional Melawan Pandemi

Sebelumnya, Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa menyebut, bakal ada daerah yang jadi percontohan skenario new normal. Suharso menyebut bahwa DKI Jakarta di bawah Gubernur Anies Baswedan sudah memenuhi syarat, tapi ini belum jadi keputusan.

“Terkait dengan langkah-langkah kesehatan untuk menentukan terkait pembatasan sosial. Sekali lagi bukan pelonggaran tetapi penyesuaian. Maka kalau nanti jika memenuhi syarat dilakukan pengurangan pembatasan sosial,” ujarnya dalam video conference, Kamis (21/5/2020).

Dia menegaskan, penyesuaian PSBB harus memenuhi tiga kriteria. Kriteria pertama dan menjadi syarat mutlak adalah epidemiologi, yaitu Angka Reproduksi Efektif atau Rt<1 selama dua minggu berturut-turut. Artinya, angka kasus baru telah menurun setidaknya selama dua minggu berturut-turut.

“Jika Rt<1 dan penurunan kasus yang diikuti dengan pengurangan PSBB, bukan berarti virus sudah hilang, tetapi penyebaran virus sudah dapat dikendalikan,” bebernya.

Kriteria kedua adalah mengenai sistem pelayanan kesehatan. Dalam kriteria ini, kapasitas maksimal tempat tidur rumah sakit dan instalasi gawat darurat untuk perawatan COVID-19, harus lebih besar dari jumlah kasus baru yang memerlukan perawatan di rumah sakit.

“Saya baru mendapatkan informasi misalnya dari Pemprov DKI bahwa mereka punya tempat tidur yang cukup untuk penderita COVID-19 dan sekarang mereka boleh dikatakan dokter dan perawat itu tidak terlalu berat menerima pasien,” imbuhnya

Adapun kriteria ketiga adalah terkait surveilans, artinya kapasitas tes swab yang cukup. Pengetesan setidaknya harus mencapai 3.500 tes per satu juta penduduk.

Dia bilang, DKI Jakarta dapat diterapkan penyesuaian PSBB karena kapasitas tes laboratorium yang mencukupi dan memiliki strategi tes yang jelas.

“Menarik di Jakarta, 550 ribu tes per satu juta penduduk dan sudah di atas Thailand atau Malaysia, separuh lebih dari tes nasional ada di Jakarta,” urainya.

Baca juga  Kehabisan APD Virus Corona, Dinkes Temanggung Pinjam Baju Penyemprot Hama

 

(YR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here