Berlomba Lapor Polisi Terkait Pembakaran Bendera PDIP, Pakar Hukum: Bukti Hukum Diatur Politik

0
bendera pdip

PolitikToday – Pasca pembakaran bendera PDIP oleh massa aksi yang menolak RUU HIP di depan Gedung DPR RI, Jakarta, beberapa waktu lalu, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP berlomba-lomba membuat laporan ke Polres masing-masing.

Menurut pakar hukum pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar, aksi berlomba-lombanya DPC PDIP melapor ke Polres merupakan tindakan yang berlebihan. Sebab, menurutnya laporan terhadap tindak pidana harus dilakukan di tempat kejadian perkara (locus delicti) karena berkaitan dengan yurisdiksi atau kewenangan pengadilan yang akan mengadilinya.

“Jadi jika ada laporan perkara dilakukan di luar wilayah hukum kejadian, maka kepolisian yang menerimanya harus menyalurkan ke kepolisian wilayah hukum yang berwenang. Ini jika terjadi kekeliruan secara tidak sengaja,” ucap Abdul Fickar Hadjar, Jumat (26/6).

Namun, kata Fickar, jika laporan dilakukan atas perintah, padahal sudah jelas diketahui di mana locus delicti-nya, yakni di depan Gedung DPR/MPR RI yang berada di Jakarta Pusat, maka hal tersebut dianggap berlebihan.

“Ini adalah hal yan berlebihan alias lebay. Demikian juga dengan kepolisian yang menerimanya, sebaiknya menjelaskan sesuai dengan proporsi hukumnya. Jika kepolisian juga mengeluarkan tanda terima laporan, padahal mengetahui di mana locus delicti-nya, maka sikap kesengajaan ini perlu untuk dipertanyakan,” tegas Fickar.

Beberapa Polres yang didatangi oleh DPC PDIP beberapa daerah diketahui menerima laporan dan mengeluarkan surat laporan polisi. Hal ini tentu menjadi pertanyaan besar.

“Ya ini yang saya bilang berlebihan, seharusnya laporan disalurkan ke Polres Jakarta Pusat (lokasi Gedung DPR RI) atau Polda Metro Jaya. Jika ini terjadi sebagai kesengajaan, maka inilah indikator bahwa hukum (penegakan hukum) memang sering diintervensi, bahkan diatur oleh politik (kepentingan politik penguasa),” pungkas Fickar.

Baca juga  Nasib Partai Partai dalam Pemilu: Di Antara Islamofobia versus Identitas

(bs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here