Novel Menyatakan Diserang Berkali-kali Dengan Penyiraman Air Keras yang Betul-betul Ekstrem

0
Keadilan Bagi Novel Baswedan Diantara Pasang Bongkar Tim Pencari Fakta
Penyedik Senior KPK Novel Baswedan

PolitikToday- Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan, kembali buka suara terkait penyiraman air keras kepada dirinya. Novel mengaku selama bekerja di KPK, ia sering dan beberapa kali menerima serangan. Namun ia menilai penyiraman air keras ini yang paling parah.

“Serangan ke saya sudah berkali-kali, ini (penyiraman air keras) yang kemudian agak serius dan betul-betul ekstrem,” ujar Novel dalam diskusi dari bertema ‘Novel Baswedan Mencari Keadilan’ yang digelar PUKAT UGM secara daring, Rabu (17/6).

Akibat penyerangan tersebut, mata Novel menjadi korban. Plt juru bicara KPK Ali Fikri pernah mengatakan mata kiri Novel dalam kondisi tak bisa diperbaiki lagi, sementara mata kanannya hanya mampu bekerja 60 persen dengan bantuan lensa khusus.

Namun demikian, kondisi yang dialami Novel ini tidak sebanding dengan tuntutan dua pelaku penyerangnya, Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette. Keduanya hanya dituntut 1 tahun penjara atas perbuatannya yang menyebabkan mata Novel cacat.

Hal ini pun kemudian menjadi perhatian Novel. Menurutnya, ada sejumlah kejanggalan dalam proses persidangan. Mulai dari saksi kunci yang tak dihadirkan hingga air yang disiramkan ke Novel disebut air aki hanya berdasarkan keterangan terdakwa.

“Ini adalah suatu kesewenang-wenangan proses yang dilakukan. Dengan sangat jelek sekali dan disampaikan dengan vulgar. Oleh karena itu, walau saya katakan sejak awal saya tak permasalahkan secara pribadi saya maafkan tapi proses hukum tak boleh dilaksanakan secara curang,” terangnya.

Novel pun membenarkan, penyiraman air keras kepadanya seharusnya tak terlepas dari upaya-upaya pemberantasan korupsi yang dilakukannya di KPK. Bahkan, kata dia, sejumlah pegawai di KPK pun kerap dapat penyerangan akibat proses pemberantasan korupsi yang dilakukan, bahkan hingga level pimpinan.

Baca juga  Rapat Dengar Pendapat, Yasonna Laoly: Saya Tidak Mengenal Harun Masiku

“Saya ingin garisi satu hal bahwa serangan itu terkait dengan tugas-tugas pemberantasan korupsi. Sampe sekarang peristiwa itu tak diungkap bahkan tidak diungkapnya bukan karena tidak mampu diungkap tapi tak ada kemauan. Saya katakan demikian karena indikator yang dijadikan alasan katakan itu sangat nyata,” ujarnya.

“Bahaya sekali aparatur yang bekerja untuk kepentingan berantas korupsi untuk kepentingan serius sudah diserang beberapa kali, diolok-olok dengan fitnah berkali-kali, kasusnya dipermainkan dengan luar biasa,” tutupnya.

(hz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here