Presiden Jokowi Teken PP Tapera Saat Pandemik, Iwan Fecho: Pemerintah Nyari Duit Nih, Ngak Ada Uangnya

0
Wasekjen Demokrat Iwan Fecho

PolitikToday- Presiden Jokowi telah meneken Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25/2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). PP tersebut sebagai payung hukum mengatur pemotongan gaji 3 persen bagi PNS, pegawai BUMN dan BUMD, serta 2,5 persen bagi pekerja swasta dan mandiri untuk Tapera.

Kebijakan tersebut pun dipertanyakan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Irwan. Sebab rakyat tengah kesulitan untuk bertahan hidup di tengah situasi ekonomi yang lesu akibat terdampak Covid-19. Di sisi lain, pemerintah terkesan tidak mem-backup keuangan rakyat dengan program yang menyangkut kepentingan rakyat itu sendiri.

“Diskusinya bukan di besaran persennya itu, tetapi pelaksanaan dari PP-nya sendiri, kenapa harus sekarang di tengah pandemik?” ungkap Irwan dalam keteranganya, Kamis (4/6).

Pemerintah terkesan seperti kehilangan arah dalam menangani sektor ekonomi dengan membuat kebijakan yang terkesan membebani rakyat. Tak hanya Tapera, beberapa kebijakan yang dikritisi antara lain pengesahan UU Minerba, hingga Perppu Corona menjadi UU 2/2020.

“Semua sudah dipermudah, usaha-usaha masuk, seharusnya tidak ada lagi (beban iuran ke rakyat). Kewajiban negara untuk memenuhinya, tetapi masih menggunakan uang masyarakat untuk pendanaannya,” terangnya.

Anggota Komisi V DPR RI ini mengingatkan bahwa ada program serupa dan sudah berjalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR). Pemerintah membangun perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah, dan pendanaannya dijamin negara.

“Jadi buat apa? Menurut saya diskusinya di situ, ini kenapa kok pemerintah tiba-tiba mengeluarkan PP untuk pemotongan iuran 3 persen terhadap PNS, BUMN, TNI, Polisi, termasuk pekerja swasta. Ini kan pemerintah nyari duit nih, enggak ada uangnya,” tutupnya.

(hz)

Baca juga  Luhut Persilakan Ojol Angkut Orang, Demokrat: Mekanisme PSBB oleh Pemda Makin Rumit

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here