Benny K Harman Sindir Mobil Wapres Kehabisan Bensin, Pakar Beberkan Bahaya Isi Bensin Pakai Jeriken

0
mobil RI 2

PolitikToday – Anggota Komisi III DPR, Benny Kabur Harman mengomentari viralnya video mobil dinas dengan plat RI 2 yang tengah diisi bensin eceran menggunakan jeriken di pinggir jalan.

“Negeri penuh sandiwara. Dari babak pertama sampai babak akhir senang nontonnya,” sindir politisi Demokrat itu lewat akun Twitter @BennyHarmanID, Sabtu (11/7).

Sandiwara dari akhir hingga saat ini yang ditunjukan oleh pemerintahan Jokowi-Maruf, kata Benny, menarik ditonton lantaran diselingi dengan permaikan Ci Luk Ba.

“Diselingi dengan permainan Ci Luk Ba Mr Masiku dan Joko Tjandra lalu tragedi Jiwasraya. Ada juga hiburanya, pembobol Bank BNI dibawa pulang, plus hartanya. Apa endingnya, mari kita ikuti. Ci Luk Ba!” sindirnya.

Sementara itu, Pakar keselamatan berkendara dari Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, menjelaskan pengisian bensin mobil seperti terlihat pada video tidak dapat dibenarkan.

“Kasus begini dalam kondisi ideal tidak dibenarkan, dalam kondisi darurat mungkin bisa diterima. Itu mengisi bensin tidak di tempatnya, tidak steril, dan tidak menggunakan alat sebagaimana mestinya,” kata Jusri saat dihubungi Sabtu (11/7).

Jusri mengatakan tidak steril maksudnya terlalu banyak orang saat proses pengisian, selain itu dia bilang tiga unsur penyebab terjadi api bisa jadi tidak diperhatikan. Ketiga unsur itu adalah oksigen, bahan mudah terbakar, dan panas.

Lalu dia juga menyoroti soal pengoperasian ponsel di dekat area bahan bakar. Seperti diketahui wacana ponsel memicu kebakaran sudah banyak disuarakan, bahkan dilarang keras digunakan selagi mengisi bahan bakar di SPBU.

“Tidak steril itu maksudnya mungkin ada orang merokok atau orang telepon. Yang namanya elektrik statis yang bisa memicu terjadi kebakaran. Ingat triangle fire, yaitu oksigen, bahan mudah terbakar, dan panas,” kata Jusri.

Baca juga  Ekonomi Kacau dan Pandemi Corona Tak Terkendali, Pengamat: Jokowi-Ma'ruf Amin Sudah Tak Layak Memimpin Indonesia

Menurut Jusri seharusnya hal ini tidak pernah terjadi, apalagi dikatakan dalam level mobil kepresidenan.

“Dalam satu institusi saja hal ini tidak dibenarkan, ada suatu kesalahan dalam supervisi. Si pengemudi bisa jadi salah dan kenapa supervisor-nya tidak bisa mengawasi, itu ada SOP nya. Tidak mungkin tidak ada SOP,” ucapnya lagi.

Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar telah menjelaskan mobil dinas wapres itu diisi bensin di pinggir jalan saat ikut dalam rangkaian kunjungan kerja ke Sukabumi, Jawa Barat pada 8 Juli.

Oemar mengatakan pengisian menggunakan jeriken dilakukan bukan karena mobil sedang kehabisan bensin, namun disebut lantaran tidak ada SPBU yang menyediakan jenis bahan bakar sesuai S600 Guard.

(bs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here