Demokrat Klarifikasi Salah Pemberitaan TvOne Tekait Penolakan RUU HIP

0
AHY
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono

PolitikToday- Terkait pemberitaan yang dianggap tidak sesuai dengan kode etik jurnalisme, Kepala Badan Komunikasi dan Strategi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Ossy Dermawan mempertanyakan sekaligus meminta klarifikasi dari manajemen dan redaksi TvOne (news) soal update sikap DPR RI membahas Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila.

Dalam laporan yang ditayangkan oleh televisi swasta nasional tersebut, disebutkan partai politik yang menolak pembahasan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

“Karena banyaknya pertanyaan apakah benar tampilan di bawah ini adalah benar tampilan dari TVOne, maka saya mewakili @PDemokrat meminta klarifikasi dari manajemen & redaksi @tvOneNews,” tulis Ossy dalam akun media sosial Twitter miliknya, Selasa (30/6).

Dirinya menilai, data yang dipakai oleh televisi nasional ini tidak sejalan dengan semangat TVOne untuk menampilkan jurnalisme yg benar dan sesuai fakta.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY. Dalam akun media sosial miliknya, ada pihak yg mencoba sebarkan hoax atau berita bohong.

“Seolah @PDemokrat bersikap “abstain” dlm RUU HIP. Sekali lagi saya tegaskan, sejak awal (22 April) Partai Demokrat di DPR RI scr resmi MENOLAK pembahasan RUU HIP, BUKAN ABSTAIN. Semoga kita tdk mudah terprovokasi & lbh dewasa dlm sebarkan berita,” ungkap suami dari Annisa Pohan tersebut.

Sebagai informasi, dari hasil tangkap layar yang jadi viral di media sosial twitter khususnya pada akun-akun politik tampak parpol yang menolak pembahasan RUU HIP mencapai 171 kursi. Dengan rincian, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebanyak 58 kursi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebanyak 50 kursi, Partai Amanat Nasional (PAN) sebanyak 44 kursi dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebanyak 19 kursi.

Baca juga  Polemik Tafsir Ketuhanan Yang Berkebudayaan, Jansen Sitindaon: Lama-lama Bisa Bubar Kita!

Sedangkan partai yang memilih untuk abstain Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Demokrat (PD), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Sementara itu, partai politik yang mendukung pembahasan RUU HIP terdiri dari Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) sebanyak 128 kursi, dan Partai Golongan Karya (Golkar) sebanyak 85 kursi.

(hz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here