Erick Thohir Bagi-Bagi Jabatan Komisaris, Lupakan PLN Kolaps Karena Utang

0
Erick Thohir Apresiasi Pertemuan Bogor

Publik disuguhkan polemik bagi-bagi jabatan komisaris di berbagai BUMN oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Hal tersebut menjadi bagian dari kompensasi politik dan balas budi kepada beberapa pentolan relawan dibawah komando Erick Thohir.

Hal tersebut sukses sebagai pengalihan perhatian publik, terkait persoalan mendasar yang membelit beberapa BUMN yang merugi, terbelit utang dan terancam kolaps di bawah tanggungjawab Kementerian BUMN.

Fakta terbaru sangat mengejutkan, datang dari PT PLN (Persero) yang bertanggungjawab menyediakan listrik bagi rakyat Indonesia. Saat ini PLN menjadi salah satu BUMN yang terancam kolaps akibat utang pemerintah yang belum dibayarkan selama dua tahun senilai Rp 45, 42 triliun.

Utang pemerintah tersebut berasal dari akumulasi kompensasi tarif listrik tahun 2018 2018 sebesar Rp23,17 triliun. Kemudian, piutang pada 2019 Rp22,25 triliun. Merupakan buntut dari kebijakan Pemerintah tidak menaikkan tarif listrik bagi pelanggan dua tahun sebelum pemilu.

Tak hanya utang pemerintah, PLN juga terancam kolaps karena terlilit utang hingga Rp 500 triliun, akibat membiayai proyek kelistrikan 35.000 MW yang merupakan penugasan pemerintah sejak 2015. Di mana PLN mencari pinjaman Rp 100 triliun setiap tahun selama lima tahun terakhir mengerjakan proyek ambisius Pemerintahan Jokowi.

Sebelumnya, mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, telah lama memberikan peringatan apa yang akan terjadi di PLN dan BUMN lainnya akibat buruknya pengelolaan keuangan perusahaan plat merah selama ini akibat penugasan yang tidak tepat atau tidak layak.

Tak Ayal, utang pemerintah dan penugasan tersebut membuat perusahaan listrik itu menuju kebangkrutan alias kolaps yang akan merembet kepada dampak susulan lainnya, seperti PHK dan kemungkinan penjualan beberapa asset PLN.

Bahkan, skenario terburuk dapat terjadi, PLN gulung tikar dinyatakan pailit. Kemudian dijual kepada asing untuk membayar utang 500 triliun karena tugas amibisius Pemerintah guna merealisasikan target 35.000 MW.

Baca juga  Relawan Desak Jokowi Copot Erick Thohir, Barak Join: Sangat Menciderai Hati Relawan

Tentu ini menjadi bagian dari kegagalan Pemerintah Jokowi, terutama Erick Thohir selaku Menteri BUMN yang dipercaya memperbaiki kinerja BUMN.

Seharusnya menyelamatkan PLN dan BUMN lainnya dari ancaman kebangkrutan dan kolaps. Bukan malah membiarkan PLN bangkut dan kemudian menjadi bancakan pihak asing dan aseng yang dibeli dengan harga murah karena telah kolaps.

Oleh: Edwardy Yahmud

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here