Gertak Sambal Erick Thohir Bongkar Kasus Korupsi BUMN

0
Menteri BUMN Erick Thohir

Korupsi Jiwasraya bagian dari puncak gunung es terungkapnya korupsi di tubuh BUMN. Publik menunggu sepak terjang Erick Thohir untuk membongkar dan melaporkan kasus-kasus lainnya ke penegak hukum, terutama KPK.

Kabar baik itu datang melalui pernyataan Erick Thohir dalam peresmian logo baru BUMN beberapa hari yang lalu. Setidaknya Erick Thohir mengklaim telah mengantongi 53 kasus korupsi diakibatkan oleh campur aduk antara penugasan pemerintah dan bisnis. Peran ganda BUMN tersebut disinyalir menjadi ladang basah korupsi yang mesti dibongkar dan ditindaklanjuti oleh KPK.

Tapi fakta malah sebaliknya. Pertemuan Erick Thohir dengan Pimpinan KPK bukan bagian dari agenda melaporkan dugaan 53 kasus korupsi. Di mana KPK mengungkapkan tidak menerima satu berkas kasus pun dari Menteri BUMN Erick Thohir terkait 53 kasus korupsi di BUMN dalam pertemuan Rabu (8/7).

Ketua Komisi KPK Firli Bahuri menjelaskan ihwal kedatangan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pada Rabu untuk memaparkan program pemulihan ekonomi nasional dalam menghadapi pandemik virus corona baru (Covid-19).

“Beliau memaparkan program Pemulihan Ekonomi Nasional dalam menghadapi kondisi pandemik Covid-19. Terutama program yang menjadi tanggung jawab Kementerian BUMN,” kata Firli melalui keterangan tertulis.

Pertemuan tersebut jauh dari komitmen Erick Thohir membongkar kasus korupsi yang telah banyak merugikan BUMN. Kasus Jiwasraya yang semestinya menjadi lokomotif penegakan hukum bagi penjahan kerah putih, ternyata tidak.

Faktanya, Erick Thohir hanya berani bicara di media sebagai ajang pencitraan, bahwa telah bekerja membenahi BUMN dan menyelamatkan uang negara. Dan malah tidak langsung melaporkan ke KPK atas klaim 53 kasus temuan tersebut. Sebagai bentuk keberpihakan pemberantasan korupsi dan penegakan hukum.

Sangat mudah bagi Erick Thohir melaporkan kasus korupsi di BUMN. Melakukan aksi bersih-bersih penjahat kerah putih. Sebab ia memiliki wewenang yang bisa mengganti komisaris, dewan direkasi BUMN yang terindikasi melakukan korupsi saat BUMN mendapat penugasan oleh negara.

Baca juga  ⁠⁠⁠Duo Senayan Dibidik, KPK Tergiur Politik (Lagi)?

Akhirnya publik membenarkan asumsi bahwa Erick Thohir dipilih menjadi menteri BUMN sebagai balas jasa politik dan bukan memperbaiki BUMN. Maka benarlah dugaan publik bahwa Erick Thohir sedang melakukan gertak sambal guna mempersiapkan panggung politik Pilpres 2024 dengan melakukan pencitraan politik memberantas korupsi di BUMN.

Oleh: Iskandar, Penggiat Anti Korupsi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here