Netizen Sentil DPR ‘0 DPR’ Soal RUU PKS Diusulkan Dicabut Dari Prolegnas

0
Aksi Vandalisme Di Gerbang Gedung DPR RI

PolitikToday- Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) kembali ramai diperbincangkan. Pasalnya, Komisi VIII DPR RI mengusulkan agar RUU PKS dikeluarkan dari daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2020.

Menurut Wakil Ketua Komisi VIII, Marwan Dasopang, pembahasan RUU PKS sulit dilakukan saat ini.

“Kami menarik RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, karena pembahasannya agak sulit,” tutur Marwan dalam rapat bersama Badan Legislasi (Baleg) DPR RI pada Selasa (30/6).

Alasan DPR tersebut menuai banyak protes di media sosial. Kata kunci “0 DPR” bahkan masuk dalam jajaran trending topic Twitter Indonesia pada Rabu (1/7) hari ini.

Melalui frasa “0 DPR” tersebut, warganet menyampaikan hal-hal yang dinilai sulit di kehidupan mereka namun tetap harus dijalankan.

Warganet menggunakan frasa tersebut untuk menyindir DPR yang hendak mencabut RUU PKS karena pembahasannya dinilai sulit.

“Skripsi gw juga pembahasannyaq sulit. Tapi tetep gw kerjain sambil nangis juga. Shafira 1:0 DPR,” tulis akun @silktales_.

“Permasalahan hidup ku juga sulit tapi tida sulit sulit amat sih tapi aku tida pernah menyerah. Riska 1 : 0 DPR,” tambah akun @rupanyamanusia.

“Hello @DPR_RI?? Saya nyari kerja susah tapi pantang pulang sebelum rezeki datang. Gue 1 – 0 DPR #SahkanRUUPKS #ReformasiDikorupsi,” komentar akun @BayuWijanoko.

“Skripsiku sulit, obyek penelitian mati2 jd ngulang terus, malah laptop hilang, akhirnya nambah semester sampai pernah depresi pen bunuh diri + DO gara2 udah putus asa. Selalu pengen ganti judul tp gamau semua sia2 jd lanjut aja dan alhamdulillah lulus. Aku 1:0 DPR,” timpal akun @ndhungg.

Di sisi lain, usulan pencabutan RUU PKS dari Prolegnas Prioritas 2020 ini disesalkan oleh Komnas Perempuan. Menurut Komnas Perempuan, hal ini tak memberikan rasa adil bagi korban kekerasan seksual.

Baca juga  Masinton Tuding KPK Kerahkan Buzzer untuk Serang Lawan

(hz)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here