Politikus NasDem Bela Mentan Tak Dilibatkan Program Ketahanan Pangan: Kan Bukan Produksi Pangan

0
Politikus NasDem Charles Meikyansah

PolitikToday- Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo tidak dilibatkan dalam program ketahanan pangan nasional oleh Presiden Joko Widodo. Presiden hanya menunjuk tiga menteri yakni Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Sedangkan publik menilai bahwa Kementan merupakan representasi dari program ketahanan pangan. Namun, tidak dilibatkan.

Politkus NasDem Charles Meikyansah yang juga anggota Komisi IV DPR, mengatakan bahwa Kementan tidak diikutsertakan dalam program tersebut lantaran saat ini baru sebatas proses pembangunan ketahanan pangan, bukan produksi pangan.

“Food estate atau lumbung pangan nasional itu akan dikerjakan oleh Kementan, sedangkan yang di luar itu, wacana 700 ribu hektar itu memang Mentan tidak dilibatkan, karena enggak bisa proses produksi, harus pembangunan dulu. Infrastrukturnya dibangun dulu,” terang Charles, Jakarta, Rabu (8/7).

Tambahan, Syahrul Yasin Limpo dan Charles Meikyansah adalah sama-sama kader Partai Nasdem.

Lebih lanjut, Charles menjelaskan, peran Menteri BUMN, Menteri PUPR dan Menhan bertugas dalam proses pembangunan infrastruktur pada program ketahanan pangan sebesar 700 ribu hektar tersebut.

Pasalnya, lahan 700 ribu hektar itu yang merupakan lahan gambut bakal dibangun agar mendapatkan lahan yang layak untuk produksi pangan.

“Siapa yang bekerja, itu ada PUPR, ada kementerian lain. Bahkan BPN (Bappenas) pun terlibat karena itu ada masalah tanahnya juga. Jadi memang sekali lagi memang (Kementan) tidak dilibatkan,” ujarnya.

Sedangkan tupoksi Kementan menurut Charles, menjaga ketahanan pangan dan produksi pangan. Dua hal itu yang menjadi fokus Kementan di lahan Kalimantan Tengah, Kapuas dan di Sumatera Selatan dengan besaran 100 ribuan hektar.

“Nah, Mentan disuruh kerja di situ tuh, kalau hari ini dikerjakan, pengairannya ada, lahan udah siap, bibit dan tenaga ahli maupun tenaga memperkerjakan sudah ada, itu kalau mau dikerjakan sudah bisa. Tapi kalau persepsi yang tadi 700 ribu sampai 1 juta hektar memang lahannya belum siap, jadi itu bukan tupoksinya Kementan, tapi PUPR,” tutup Charles Meikyansah.

Baca juga  Jokowi Tunjuk Prabowo Jadi Leading Sector Food Estate, Pengamat: Itu Pelecehan Bagi Mentan

(hz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here