Tak Dengarkan Masukan Demokrat Terkait New Normal, Angka Covid-19 Terus Meningkat Eksponensial

0
Anggota Fraksi Demokrat DPR RI Irwan Kaltim

PolitikToday – Grafik angka pasien positif Covid-19 di Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda yang melandai. Bahkan pada Kamis (9/7) kemarin, penambahan harian menunjukkan angka tertinggi, yakni 2.657 pasien.

Partai Demokrat menilai peningkatan grafik ini dikarenakan pemerintah salah mengambil kebijakan.

“Tanggal 26 Mei lalu saya sudah mengingatkan pemerintah terkait pemberlakuan New Normal yang terburu-buru. Bahkan saya katakan waktu itu New Normal bentuk kekalahan pemerintah lawan Covid-19,” kata Wasekjen Partai Demokrat, Irwan.

Saat itu, Irwan merespons aksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau kesiapan protokol New Normal di stasiun MRT di Jakarta, dan sebuah mal di Bekasi, Jawa Barat.

Politikus asal Kaltim ini mengatakan, jika ingin menetapkan situasi New Normal, harusnya pemerintah tegas dan fokus menurunkan angka penularan Covid-19 di Indonesia yang bertambah secara eksponensial setiap harinya. Sampai kemudian, melewati puncak dan kurvanya terus turun melandai mendekati situasi normal sebelum pandemi.

“Apa yang terjadi pada hari ini dimana angka yang positif naik dua kali lipat dari bulan-bulan sebelumnya telah menunjukkan bahwa langkah New Normal yang diambil pemerintah adalah blunder bagi rakyat dan Negara,” ungkap Irwan.

Irwan menambahkan, korban yang positif dan meninggal terus bertambah dan penanganan Covid-19 tak kunjung membaik. Sehingga, dampaknya juga pada tekanan pertumbuhan dan pemulihan ekonomi yang berkepanjangan.

“Ini tentu menjadi warning bagi pemerintah agar jangan keliru dan lalai dalam melindungi segenap tumpah darah Indonesia baik dari sisi kesehatan dan ekonomi masyarakat,” tandasnya.

Pemerintah menurutnya tidak boleh berlindung di balik alasan agar rakyat mengikuti Protokol Kesehatan semata.

“Harus ada segera tindakan yang konkret dan tegas memutus penyebaran Covid-19 di Tanah Air,” tegasnya.

Baca juga  Berdamai dengan Corona: Sebuah Narasi yang Seharusnya Tidak Layak untuk Muncul

(bs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here