Defisit Empati Menko PMK Sebut Besanan Sesama Keluarga Miskin Lahirkan Keluarga Miskin Baru

0
Menko PMK Muhadjir Effendy
Menko PMK Muhadjir Effendy

Publik menyayangkan ucapan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy tentang pernikahan antar sesama keluarga miskin menjadi penyebab bertambahnya jumlah keluarga miskin baru di Indonesia. Ucapan yang tidak pantas dan defisit empati yang melukai perasaan rakyat. Apalagi saat ini rakyat sedang berjuang apa adanya untuk bisa melewati resesi ekonomi ditengah pandemi covid-19.

Semestinya menjadi tugas Menko PMK berbuat lebih dengan berbagai program pengamanan untuk tidak terciptanya keluarga miskin baru. Membuka kesempatan bagi keluarga miskin untuk dapat keluar dari jebakan kemiskinan berulang dari generasi ke generasi.

Bagaimana pun kesempatan bagi keluarga miskin tak sama dengan keluarga kelas menengah ke atas. Jadi, peran Menko PMK adalah membuka kemustahilan bagi keluarga miskin membuat anaknya bisa keluar dari garis kemiskinan dan hidup sejahtera.

Jika ditelisik penambahan jumlah orang miskin di Indonesia juga ada kontribusi dari kesalahan pemerintah yang abai dan tidak memiliki pendekatan efektif mengurangi keluarga miskin baru. Kesadaran ini semestinya menjadi basis kebijakan dan juga program Menko PMK merealisasikan keinginan Presiden Jokowi.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menargetkan tidak ada kemiskinan ekstrem di Indonesia pada 2024. Dia pun menginginkan tak ada lagi penduduk Indonesia yang pendapatannya kurang dari US$ 1,9 per hari. Merujuk data Bank Dunia, saat ini jumlah penduduk dengan kemiskinan ekstrem di Indonesia sebesar 9,91 juta jiwa. Angka tersebut setara 3,371% terhadap total penduduk di Indonesia.

Namun, pernyataan Muhadjir Effendy telah mengungkap pemerintah gagal dan angkat tangan mengurangi keluarga miskin terutama yang berstatus kemiskinan ekstrem. Sampai dengan mengatur dengan siapa seseorang harus menikah demi menekan kemiskinan di dalam negeri.

Baca juga  Tolong Dicatat! Jokowi Setuju Pajak UMKM Dihapus

Menko PMK sebagai wakil pemerintah juga memiliki andil yang besar untuk mengurangi keluarga miskin di dalam negeri tidak bertambah. Menjadikan seseorang yang baru menikah untuk mampu keluar dari jurang kemiskinan dengan memberikan akses melalui kebijakan terintegrasi, terukur.

Terutama saat sekarang, Menko PMK mesti memaksimalkan bagaimana penyaluran bantuan sosial (bansos) efektif sebagai payung sementara meringankan beban rakyat miskin.

Memperbanyak penyaluran BLT sebagai jaring pengaman sementara waktu sampai pandemi terkendali. Dan mendorong bantuan fasilitas pendidikan untuk belajar luring diberikan secara baik dan merata. Sedangkan dalam sisi menguatkan pelaku usaha adalah memperkuat modal usaha UMKM dengan dana murah dan mudah.

Sebab kesempatan yang dimiliki oleh keluarga miskin pun tak sama dengan keluarga kelas menengah ke atas. Jika beberapa program di atas tidak menjadi prioritas Menko PMK, maka jadilah Muhajir Effendy selaku Menko PMK gagal dan layak untuk diganti.

Oleh: Mulawarman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here